in ,

Jokowi Imbau Masyarakat Vaksin Booster Kedua

Jokowi Imbau Masyarakat Vaksin Booster Kedua
FOTO: sekab Republik Indonesia 

Jokowi Imbau Masyarakat Vaksin Booster Kedua

Pajak.com, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) imbau seluruh masyarakat untuk melakukan vaksin COVID-19 booster kedua. Ia menegaskan pentingnya vaksinasi penguat untuk meningkatkan imunitas dan mencegah penularan COVID-19.

“Pada pagi hari ini, saya, baru saja divaksin booster, vaksin penguat, dan ini saya ajak seluruh masyarakat, utamanya tenaga kesehatan, utamanya lansia (lanjut usia), dan juga orang-orang yang interaksinya tinggi antarmasyarakat untuk segera melakukan vaksinasi booster (kedua),” kata Jokowi usai melakukan vaksinasi COVID-19 booster kedua, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dikutip Pajak.com (26/11).

Ia menyebutkan, saat ini Indonesia telah menyuntikkan 205 juta dosis vaksin yang pertama, kemudian 172 juta dosis vaksin kedua, lalu 66 juta dosis vaksin penguat/booster pertama, dan 730 ribu dosis vaksin penguat/booster kedua.

Baca Juga  MenkopUKM: Transformasi Digital Kunci UMKM pulih

“Agar imunitas kita terjaga dan dapat memutus penularan COVID-19 dari orang ke orang, ini yang paling penting,” jelas Jokowi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, urgensi melakukan vaksinasi booster. Sebanyak 84 persen dari kasus COVID-19 yang meninggal dunia belum mendapatkan vaksinasi penguat/booster. Selain itu, 74 persen kasus COVID-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan gejala sedang dan berat juga belum mendapatkan vaksinasi booster. 

“Jadi buat teman-teman, buat masyarakat, tolong diingatkan agar cepat-cepat di-booster. Baru 66 juta dari 234 juta target sasaran kita yang di-booster, cepat di-booster, khususnya untuk tenaga kesehatan dan lansia diatas 60 tahun juga segera lakukan booster yang kedua,” ungkap Budi Gunadi.

Baca Juga  Chatib Basri: Dua Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi menggunakan vaksin IndoVac untuk vaksinasi booster kedua. Pemerintah menjamin vaksin produksi dalam negeri ini sudah terbukti ampuh mencegah penularan COVID-19.

“Jangan lupa booster-nya pakai IndoVac, karena itu sudah terbukti sangat ampuh, tidak kalah dengan produksi luar negeri,” ujar Budi Gunadi.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyambut baik program pemerintah yang memberikan vaksinasi dosis keempat atau booster kedua sebagai langkah pencegahan penularan COVID -19.

“Ini tentu akan dalam konteks pandemi masih terjadi, ya. Dosis keempat atau booster kedua ini perlu. Bahwa pada saat ini tenaga kesehatan itu tentu diprioritaskan. Artinya, ancaman sudah sangat jauh menurun walaupun masih ada, namun sudah sangat jauh menurun. Tapi dalam kondisi dan konteks sekarang, masyarakat umum masih sangat perlu, bahkan di negara maju mereka sudah bicara dosis kelima,” kata Dicky.

Baca Juga  Kolaborasi Pemprov Jabar dan TaniHub Berdayakan Petani

Ia juga menekankan, saat ini vaksinasi semua dosis yang ada masih memiliki keterbatasan dalam sisi durasi proteksi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mendapatkan vaksin booster kedua untuk semakin menjaga diri dari COVID-19.

“Mau tidak mau, seperti itu yang kita harus lakukan. Dan, di sisi lain, vaksin bukan the only solutions. Dia bisa jadi unjung tombak saat ini, tapi dia punya perangkat pendukung lain, seperti dengan masker dengan 5 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas),” tambah Dicky.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *