in ,

Inflasi dan Resesi Jadi tantangan Ekonomi Triwulan III 2022

Selanjutnya C yang terakhir adalah catalysts atau katalis. Dukungan kebijakan diindikasikan oleh alokasi sebesar 2,4 triliun dollar AS oleh regulator Cina untuk pengeluaran publik pada 2022 demi menghidupkan kembali perekonomian. Pertumbuhan laba perusahaan domestik diperkirakan akan pulih ke dua digit pada pertengahan 2023 mendatang.

Untuk menekan inflasi, DBS juga menyampaikan akan memerhatikan pandangan konstruktif jangka panjang mereka atas raksasa teknologi AS saat ini. DBS merekomendasikan agar perusahaan teknologi yang besar pada S&P500 (nilai saham 500 perusahaan dengan modal-besar di AS).

“Perusahaan besar teknologi AS didukung oleh laba kuat, dan kenaikan imbal hasil obligasi menekan dampak terhadap fundamental jangka panjang. Karakteristik perusahaan yang mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya (efek jaringan kuat, biaya peralihan merek tinggi, dan aset tak berwujud besar) akan terus memastikan laba tangguh,” kata Fook.

Baca Juga  Jokowi: Saham Freeport Naik 61 Persen, 80 Persen Pendapatannya Masuk ke Negara

Fook menambahkan, data historis menunjukkan bahwa koreksi baru-baru ini sebagian besar didorong oleh kalibrasi ulang ekspektasi investor, dan valuasi menjadi menarik setelah aksi jual baru-baru ini.

Sejalan dengan strategi ekuitas DBS untuk mencari produk berkualitas dan penentu harga, Fook mengatakan, pihaknya akan meningkatkan peringkat Jepang ke overweight dan mengharapkan paparan  dari perusahaan- perusahaan besar dengan keunggulan kompetitif tahan lama secara global. Beberapa hal yang bisa menjadi katalis untuk kinerja Jepang lebih baik pada 3Q22 menurut DBS adalah ruang fiskal lebih besar, kondisi moneter lebih ringan dan Yen yang melemah, dan valuasi menarik untuk ekuitas Jepang.

Ditulis oleh

Baca Juga  Moeldoko: Penerapan Perdagangan Karbon Harus Berjalan Optimal Sebelum Oktober 2024

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *