in ,

Indonesia Jadi Negara Industri Berbasis Inovasi Teknologi

Indonesia Jadi Negara Industri Berbasis Inovasi Teknologi
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir. Saat ini Indonesia harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi. Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menyaksikan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di Karawang New Industrial City pada Rabu (15/9/2021).

Jokowi menyampaikan, pembangunan pabrik itu adalah bukti keseriusan pemerintah terus berupaya melakukan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk bahan tambang mineral dalam negeri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Kemenkeu Beri Relaksasi Penundaan Pembayaran Cukai

Jokowi menegaskan, strategi Indonesia menjadi negara industri berbasis inovasi teknologi saat ini adalah keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah. Pemerintah juga menargetkan untuk melepaskan ketergantungan pada produk impor. Hal itu bisa dicapai dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan. Ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Dengan hilirisasi tersebut diharapkan dapat memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi.

Berdirinya pabrik baterai bagi kendaraan listrik juga disampaikan Jokowi menunjukkan pemanfaatan potensi Indonesia. Indonesia saat ini memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia tenggara,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga  Kerjasama Indika Energy, Hadirkan Solusi Tenaga Surya

Sebagai informasi, PT HKML Battery Indonesia merupakan proyek investasi antara konsorsium asal Korea Selatan yakni LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Pada tahap pertama, kapasitas produksinya akan mencapai 10 giga watt per hour.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menambahkan, pembangunan PT HKML Battery Indonesia ini merupakan bagian dari rencana investasi Korea Selatan senilai total 9,8 miliar dollar AS atau setara Rp142 triliun. Bahlil memproyeksikan, setidaknya pada Mei tahun depan, pabrik ini sudah bisa memulai operasi.

Di tengah situasi pandemi ini, pemerintah terus gencar mendorong hilirisasi sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Sampai dengan 2024 mendatang, pemerintah menargetkan akan ada 53 fasilitas pengolahan dan pemurnian hasil tambang atau smelter beroperasi, terdiri dari 4 smelter tembaga, 30 smelter nikel, 11 smelter bauksit, 4 smelter besi, 2 smelter mangan, dan 2 smelter timbal dan seng.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0