in ,

Indonesia dan Jepang Sepakat Akselerasi Transisi Energi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri METI Jepang Hagiuda Koichi menyambut baik kerja sama ini. Jepang berkomitmen membantu mempercepat pencapaian proses transisi energi di Indonesia.

“Jepang ingin membantu merealisasikan target tersebut melalui kerangka Asia Energy Transition Initiative,” kata Haguida.

Adapun rincian kerja sama yang disepakati dalam MoC, yakni penyusunan peta jalan transisi energi menuju emisi bersih berdasarkan target nasional masing-masing, serta pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, seperti hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS.

Kemudian, MoC juga mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi, dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.

Baca Juga  BKF: PMI Manufaktur Turun Jadi 53,9 di November

Sejatinya, penandatanganan MoC itu seirama dengan kesepakatan kementerian ESDM dan International Renewable Energy Agency (IRENA) untuk membangun kemitraan dalam identifikasi serta penerapan peta jalan dekarbonisasi atau pengurangan emisi karbon. Perjanjian bersama IRENA ditandatangani di sela agenda COP26, Glasgow, Skotlandia, akhir tahun 2021 lalu.

“Berdasarkan perjanjian tersebut, IRENA akan menyiapkan peta jalan transisi energi yang komprehensif, mengidentifikasi tindakan kebijakan utama, solusi teknologi dan program pengembangan industri untuk mencapai tujuan dan target energi terbarukan jangka menengah dan panjang, serta tujuan dekarbonisasi di Indonesia. Kerja sama ini juga mencakup penilaian manfaat sosial ekonomi dari transisi energi dengan penekanan pada pembentukan rantai nilai baru, penciptaan dan peningkatan lapangan kerja,” ungkap Arifin.

Baca Juga  Transisi Energi Terbarukan Perlu Libatkan Swasta

Ia mengatakan, rangkaian kerja sama itu akan semakin menguatkan target penurunan emisi gas rumah kaca nasional dan mendukung Presidensi G20 Indonesia pada 2022.

“Kami membutuhkan dukungan dari negara lain dan organisasi internasional dengan keahlian seperti IRENA, untuk mempersiapkan transisi energi Indonesia”, ujar Arifin.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0