in ,

Indonesia dan Bank Dunia Kolaborasi Pemulihan Global

Indonesia dan Bank Dunia Kolaborasi Pemulihan Global
FOTO: Dok. Kemenko Perekonomian

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi Vice President of the World Bank for East Asia and Pacific Manuela Manuela V. Ferro di Jakarta. Melalui pertemuan ini Indonesia dan Bank Dunia (World Bank) sepakat meningkatkan kolaborasi guna mendorong pemulihan ekonomi global yang lebih kuat.

“Pemerintah Indonesia berdiskusi tentang prioritas program Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Bank Dunia menyampaikan bahwa koordinasi antara pembuat kebijakan kesehatan dan keuangan, lembaga keuangan keuangan multilateral, dan lembaga kesehatan global perlu ditingkatkan. Selain itu, pendekatan multilateral untuk pembiayaan imunisasi ekstensif sebagai global public goods berdasarkan kolaborasi multi-sektor domestik dan internasional juga perlu diperkuat. Oleh karena itu, diperlukan pembiayaan pandemi PPR (prevention, preparedness, and response) yang lebih memadai, berkelanjutan, dan terkoordinasi,” jelas Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.comJumat (11/2).

Baca Juga  BI Siapkan Rp 152,14 triliun selama Ramadan dan Idulfitri

Pada kesempatan itu, Indonesia juga menyampaikan berbagai perkembangan terkini mengenai pertumbuhan ekonomi dan perkembangan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PPEN), seperti pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) untuk beberapa tipe kendaraan bermotor roda empat; Kredit Usaha Rakyat (KUR); dan Bantuan Tunai untuk pedagang kaki lima, warung, dan nelayan.

“Selanjutnya juga kita sampaikan pembahasan mengenai arahan Presiden Joko Widodo tentang pencapaian target kemiskinan ekstrem nol persen di tahun 2024 dan percepatan penanganan kemiskinan melalui peningkatan efektifitas program dan pembangunan data yang terintegrasi. Untuk mencapai target kemiskinan ekstrem nol persen, diperlukan kebijakan afirmatif yang tidak hanya menyasar kelompok masyarakat miskin ekstrem, tetapi juga kelompok miskin dan rentan,” ungkap Airlangga.

Baca Juga  Indonesia Butuh Rp 3.461 T untuk Turunkan Emisi Karbon

Ia mengatakan, Bank Dunia yang mempunyai unit khusus untuk penanganan kemiskinan ekstrem dunia berkomitmen akan membantu Indonesia dalam merealisasikan program itu.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0