in ,

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2,9 Persen

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Dunia
FOTO: IST

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2,9 Persen

Pajak.com, Amerika Serikat – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,9 persen atau lebih tinggi 0,2 poin dari perkiraan sebelumnya. Prediksi ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT)/Cina yang kian positif, sehingga akan membawa prospek cerah pada ekonomi dunia.

Seperti diketahui, RRT adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi mencapai 18,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) global pada 2021 yang sebesar 96,3 triliun dollar AS. Kontribusi ini bahkan mengalahkan Amerika Serikat.

“Namun pertumbuhan global yang diproyeksikan untuk 2023 dan 2024 berada di bawah rata-rata tahunan historis 2000-2019 sebesar 3,8 persen. Ekonomi Cina diperkirakan meningkat seiring pembukaan kembali aktivitas masyarakat setelah pencabutan kebijakan zero COVID-19. Pertumbuhan ekonomi Cina akan menguat tahun ini dari 3 persen pada tahun lalu menjadi 5,2 persen pada tahun 2023. Ini mencerminkan peningkatan yang signifikan pada mobilitas,” tulis IMF dalam laporan berjudul World Economic Outlook (WEO) Edisi Januari 2023, dikutip Pajak.com (31/1).

Baca Juga  PDNS Diserang Siber, Wamenkominfo: Pemulihan Dilakukan Secepatnya

IMF menganalisa adanya prospek lebih cerah bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi emerging market diperkirakan mencapai sekitar 4 persen atau meningkat dari tahun lalu 3,9 persen.

“Namun, sekitar separuh dari negara berkembang memiliki pertumbuhan yang lambat dari tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi India tahun ini akan melambat ke 6,1 persen, tapi permintaan domestik masih relatif kuat meski ada tekanan eksternal. Ekonomi negara-negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) juga akan mencapai 4,3 persen di tahun ini,” tulis IMF.

Selain itu, IMF pun optimistis terhadap prospek ekonomi Eropa di tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi Eropa direvisi ke atas 0,2 poin menjadi 0,7 persen. Hal ini mencerminkan dampak positif dari penundaan permintaan tahun lalu; harga energi di tingkat grosir yang lebih rendah; dan bantuan dari pemerintah, baik berbentuk pengendalian harga energi dan bantuan sosial tunai.

Baca Juga  Buka Cocotech 2024, Jokowi Dorong Peningkatan Potensi Industri Kelapa Nasional

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi dunia yang relatif rendah masih mencerminkan dampak kenaikan suku bunga tinggi di negara maju dalam menghadapi inflasi. Selain itu, perlambatan juga terjadi akibat kondisi geopolitik Rusia dan Ukraina. Salah satunya, Amerika Serikat dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh 1,4 persen di tahun 2023.

“Pertumbuhan di negara maju diperkirakan melambat tajam dari 2,7 persen tahun lalu menjadi 1,2 persen tahun ini, sebelum kembali naik tahun depan ke 1,4 persen. Hampir 90 persen dari perekonomian di negara maju akan mengalami penurunan pertumbuhan tahun ini,” tulis IMF.

Hal itu ditegaskan pula oleh Kepala Ekonom dan Direktur Riset dan Pengembangan IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam Konferensi Pers World Economic Outlook Update January 2023, (31/1). Ia menyebut, 9 dari 10 negara maju di dunia diperkirakan masih akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023.

Baca Juga  Jokowi Tegaskan Pemerintah Wajib “Back Up” Semua Data Nasional

“Untuk ekonomi maju, perlambatan akan lebih terasa. Dari pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 2,7 persen menjadi 1,2 persen pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Amerika Seri pada tahun ini semakin melemah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Gourinchas.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *