in ,

Fintech Academy Cetak SDM Unggul di Sektor Digital

Fintech Academy Cetak SDM Unggul di Sektor Digital

Pajak.comJakarta –  Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, OVO, dan Bareksa meresmikan Fintech Academy sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong literasi keuangan digital di Indonesia, sekaligus pengejawantahan program Kampus Merdeka.

Peluncuran Fintech Academy ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara tiga pihak tersebut di Jakarta, Selasa (16/2). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nizam yang turut hadir di acara ini mengutarakan, Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan jumlah perusahaan rintisan financial technology (fintech) terbesar di ASEAN.

“Transformasi ekonomi digital telah membawa Indonesia ke dalam lompatan-lompatan baru di dalam pembangunan ekonomi. Dalam kurang dari satu dasawarsa, 5 dari 10 perusahaan unicorn dan decacorn di Asia Tenggara berasal dari Indonesia,” ungkap Nizam.

Baca Juga  DBS Indonesia Salurkan Rp 1 Triliun ke Nasabah Kredivo

Potensinya pun sangat besar. Riset McKinsey menyatakan, teknologi digital terutama Artificial Intelligence (AI)—temasuk fintech—berpotensi meningkatkan PDB nasional 12-18 persen dengan nilai mencapai 366 miliar dollar AS pada kurun waktu 10 tahun ke depan.

“Untuk mencapai potensi yang sangat besar ini, kebutuhan kompetensi di bidang ekonomi digital—terutama fintech, akan sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” imbuhnya.

Di sisi lain, institusi pendidikan tinggi harus berkolaborasi dengan pelaku industri untuk mempersiapkan SDM yang kompeten dan siap menjadi ujung tombak bergeraknya roda ekonomi digital Indonesia.

Rektor Unika Atma Jaya A. Prasetyantoko menjelaskan, Unika Atma Jaya, OVO, dan Bareksa secara aktif berkontribusi terhadap pendidikan Indonesia dan industri fintech melalui pembentukan kurikulum yang mengacu pada perkembangan industri.

Baca Juga  Jelang IPO, GoTo Disuntik Dana Investor Asing Rp 18,48 T

Mengamini hal itu, Presiden Direktur OVO sekaligus Founder & CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, Fintech Academy dapat menjadi wadah untuk mempersiapkan dan mencetak SDM di industri fintech, khususnya kepada Generasi Z di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 27,94 persen.

“Harapan kami kolaborasi ini dapat menjadikan Gen Z tidak hanya menjadi konsumen digital, namun menjadi generasi yang dapat memberikan inovasi dalam industri fintech dan dapat mengatasi masalah kesenjangan SDM di industri ini yang perlu ditangani secara kolaboratif,” kata Karaniya.

Kuliah perdana Fintech Academy akan dilaksanakan pada awal Maret 2021 dengan tema Perkembangan Industri Fintech Indonesia dan Global yang akan ditayangkan melalui Youtube UNIKA Atma Jaya. Di tahap awal ini, materi yang akan disajikan seperti big data, blockchain, e-money, dan e-investment.

Sesi mata kuliah fintech akan terbagi dalam sesi kuliah umum dan Massive Open Online Courses atau perkuliahan daring yang menawarkan akses terbuka melalui internet. Konsep ini akan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengakses langsung materi ajar. Dalam jangka panjang, Fintech Academy akan mengembangkan Early Learning Program (ELP) Fintech untuk anak SMA, program magang di perusahaan fintech, dan membuat program inkubasi startup untuk mahasiswa.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *