in ,

Erick Thohir: 3 Syarat Startup Penerima Investasi BUMN

Erick Thohir: Ada 3 Syarat Startup Penerima Investasi dari BUMN
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menetapkan tiga syarat untuk perusahaan rintisan (startupyang akan mendapatkan investasi atau pendanaan dari BUMN. Syarat mendapatkan investasi untuk startup ditetapkan agar perusahaan-perusahaan berpelat merah (BUMN) lebih selektif, terukur, dan fokus dalam mengembangkan ekosistem digital.

“Jadi kita sekarang membentuk tim untuk menjadi kurasinya, sehingga investasinya itu benar, namun berdasarkan tiga hal, pertama pendirinya adalah orang Indonesia. Kedua, operation company-nya berada di Indonesia. Ketiga, go public-nya di Indonesia yang terutama. Kalau dia mau dualistik, oke,” jelas Erick Thohir dalam webinar CEO Live Series, pada (11/11)

Ia menilai, sudah seyogiannya BUMN mendukung kreator dan konten lokal untuk memastikan pasar Indonesia digunakan untuk pertumbuhan Indonesia.

Baca Juga  Bank Dunia: Ekonomi Kawasan Asia Tumbuh 7,7 Persen

“Karena kenapa? Kita bagian dari merah putih yang harus mendukung daripada kreator lokal, konten lokal. Kita tidak anti asing, tetapi kita tidak mau pasar kita digunakan untuk pertumbuhan negara lain. Kita harus memastikan market Indonesia untuk pertumbuhan bagi negara kita,” kata Erick.

Ia memastikan kementerian BUMN terus memperbaiki sistem investasi yang bakal diterapkan. Kini PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sudah ditugaskan masuk ke sektor pendanaan untuk startup.

Di sisi lain, Erick juga ingin membatasi investasi karena tidak mau kejadian tempo dulu terulang lagi. Dulu, semua BUMN serentak berinvestasi ke dana pensiun yang akhirnya terjadi kesalahan.

Baca Juga  Pegadaian Raih Empat Penghargaan GRC Award 2021

“Sekarang saya juga tidak mau semua BUMN tanpa expertise atau keahlian tiba-tiba investasi semuanya di startup, kita perlu konsolidasikan karena proses bisnis sangat penting,” tegasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *