in ,

BI Mitigasi Efek Kebijakan “Tapering” The Fed

“Sehingga respons kita terhadap global spill over lebih memfokuskan, melakukan, dan mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah dan berkoordinasi dengan kementerian keuangan—menjaga pengaruhnya ke yield SBN dalam batas-batas yang normal. Strategi ini sudah dilakukan sejak adanya kenaikan US Treasury pada Februari 2021, yang saat itu hampir mendekati level 1,9 persen. Kebijakan akan mengarahkan kebijakan-kebijakan lain, baik moneter, suku bunga, dan likuiditas, makroprudensial, sistem pembayaran, untuk bersama pemerintah mendukung pemulihan ekonomi,” jelas Perry.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah tengah mewaspadai dampak rencana tapering AS. Ia mengatakan, menyebut rencana tapering juga berpotensi menurunkan daya dukung investor global terhadap pembiayaan fiskal melalui pasar SBN.

Baca Juga  BI-BDCB Sepakati Kerja Sama Anti Pencucian Uang

“Kita baca kondisi global memiliki potensi rambatan kepada perekonomian dalam negeri, terutama sistem keuangan, ekspektasi pemulihan yang cepat dan nyata berikan kemudian memberikan dampak sisi inflasi meningkat di AS dan potensi respons policy-nya, memicu outflow dari semua emerging market, termasuk Indonesia. Ini hal yang terus kami waspadai, respons policy The Fed akan berikan pengaruh pada seluruh dunia,” jelas Sri Mulyani.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *