in ,

BI Memprediksi Inflasi Tahun Ini Akan Meningkat

BI Memprediksi Inflasi Tahun Ini
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan inflasi akan cenderung meningkat pada tahun ini, yakni sedikit di atas sasaran 4,2 persen. Kenaikan itu menurut Perry antara lain karena dampak dari kenaikan administered prices dan harga pangan. Namun demikian,  BI dengan pemerintah terus berkoordinasi baik dari fiskal, penguatan tim pengendalian inflasi pusat dan daerah, maupun respon juga dari sisi moneter.

“Kami memperkirakan tahun depan inflasi bisa kembali pada sasaran 3 persen, plus minus (+/-) 1 persen,” kata Perry dalam rekaman streaming rapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat dikutip Rabu (1/6/22).

Pery juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 mendatang di kisaran 4,7 – 5,5 persen. Sementara nilai tukar rupiah rata-rata Rp 14.400 – Rp 14.800 per dollar Amerika Serikat, dan inflasi 2-4 persen.

Baca Juga  LBP: Wujudkan Kemandirian Nasional, Kurangi Impor APD

“BI terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjaga stabilitas dan tetap mendukung pertumbuhan,” ujar Perry.

BI juga terus memperkuat bauran kebijakan BI. Perry mengatakan, pihaknya juga akan terus akan mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas pro stabilitas. Namun, untuk kebijakan-kebijakan yang lain, makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, UMKM, maupun pendalaman pasar keuangan akan diarahkan untuk tetap pro pertumbuhan.

Sementara itu, pada sisi moneter, BI akan senantiasa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai mekanisme pasar dan fundamental. Suku bunga acuan pun akan terus dipertahankan hingga ada tanda-tanda kenaikan inflasi. Untuk normalisasi kebijakan moneter, BI menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap dengan tetap menjaga kemampuan perbankan untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha, dan berpartisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN.

Baca Juga  Evaluasi PPKM, Pemerintah Tambah Anggaran Sosial

Perry juga memperkirakan pada tahun ini nilai tukar rupiah akan mencapai kisaran Rp 14.300 hingga Rp 14.700 per dollar AS. Sementara nilai tukar rupiah pada tahun depan diprediksi akan berada pada rentang Rp 14.400 hingga Rp 14.800 per dollar AS.

“Secara keseluruhan, rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun ini kisarannya Rp 14.300 hingga Rp 14.700 dan tahun depan kisarannya Rp 14.400 hingga Rp 14.800 per dolar AS,” kata Perry.

Perkiraan nilai tukar rupiah tersebut menurut Perry sejalan dengan kondisi global yang masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perlambatan dikarenakan ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina yang masih belum usai. Di sisi lain, ada juga pengaruh dari implementasi kebijakan zero COVID-19 di Cina, serta kenaikan secara global untuk mengatasi lonjakan inflasi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *