in ,

9 Pekerjaan yang Terancam Hilang Tahun 2030

9 Pekerjaan yang Terancam Hilang
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Dalam sebuah acara kuliah umum di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara daring baru-baru ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, akan ada sembilan jenis pekerjaan yang akan hilang pada tahun 2030. Selain pekerjaan yang terancam punah, Erick juga menyebutkan ada sembilan pekerjaan yang akan dibutuhkan di tahun tersebut. Hal ini tak lepas dari pesatnya digitalisasi yang tumbuh di hampir pada semua sektor. 9 pekerjaan yang terancam hilang tahun 2030. Apa saja jenis pekerjaan yang akan hilang dan muncul di tahun 2030 mendatang?

“Dengan digitalisasi akan banyak pekerjaan yang hilang, jenis usaha juga berubah,” kata Erick mengutip studi yang dilakukan oleh tiga negara, yakni Amerika, Jerman dan Australia.

Baca Juga  Erick Thohir: 3 Syarat Startup Penerima Investasi BUMN

Adapun sembilan pekerjaan yang diprediksi akan hilang, yakni.

  • Tenaga jasa penyiapan makanan.

Jika saat ini, Anda berkunjung ke restoran atau kafe, biasanya Anda tinggal duduk dan memesan makanan atau minuman. Lantas, petugas jasa penyiapan makanan yang dibayar oleh pihak restoran akan mengantarkan makanan ini ke meja Anda. Di masa depan, tugas pelayan restoran atau bar tender itu diprediksi akan digantikan oleh mesin atau robot. Anda tinggal duduk, makanan atau menikmati campuran minuman yang pelayanannya sudah diganti dengan algoritme yang didokumentasikan dengan cermat melalui gawai. Saat ini sudah semakin banyak restoran yang melakukan tren ini di seluruh dunia.

  • Administrasi perkantoran

Digitalisasi juga telah berhasil memangkas kerja-kerja administratif yang selama ini dilakukan manual. Mekanisme pembayaran sudah berbasis online dan digital, penyimpanan data pun demikian. Semua serba-paperless dan tersimpan di komputasi awan. Proses perjanjian antar-pihak pun sudah dilakukan secara online, bahkan termasuk tanda tangan pun sudah dengan konsep digital.

  • Tenaga jasa transportasi (agen perjalanan)
Baca Juga  Realisasi Belanja Turun, Pendapatan Negara Meroket

Di masa depan, peran agen perjalanan atau travel juga diprediksi akan hilang lantaran banyaknya agen perjalanan daring yang lebih mudah diakses melalui ponsel pintar. Bahkan, tak sedikit platform yang meluncurkan aplikasi untuk memudahkan pelanggan. Ditambah lagi, melalui aplikasi atau agen perjalanan daring, seseorang bisa merencanakan dan mengatur sendiri liburannya. Mulai dari hari keberangkatan, akomodasi transportasi dan penginapan, serta lokasi yang akan dikunjungi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *