in ,

3 Ide Bisnis Kreatif dengan Modal Kecil

ide bisnis kreatif
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kemajuan teknologi memudahkan anak muda yang ingin memulai berwirausaha. Namun, terkadang mereka dihadapkan pada kendala dengan ide atau model bisnis yang mau dibangun, juga dana yang terbatas. Berikut ini tiga ide bisnis kreatif dengan modal kecil yang bisa dijalankan.

1. Jasa Dropship

Saat ini bisnis dropshipping atau dropship sedang berkembang pesat dengan semakin maraknya sistem belanja online. Dropship adalah metode pemenuhan pesanan di mana toko tidak menyimpan produk yang dijualnya dalam stok. Namun, toko hanya membeli produk dari pemasok pihak ketiga yang kemudian mengirimkan barang langsung ke pembeli. Singkatnya, dropship adalah sistem penjualan dengan cara penjual atau dropshipper hanya perlu memasarkan dan menjual barang milik pihak lain tanpa perlu menyetok barang terlebih dahulu.
Bisnis dropship bisa dibilang bisnis untuk pemula yang dengan modal terbatas. Dengan menjalani bisnis ini, pelaku hanya perlu mengeluarkan uang dalam jumlah kecil bahkan bisa tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Modal utama dalam usaha ini adalah kemampuan dalam memasarkan suatu produk. Namun demikian, potensi usaha ini tidak boleh disepelekan karena jika ditekuni dengan serius sangat menguntungkan.

Baca Juga  DPR Setujui Penambahan Anggaran Kemenperin 2023
2. Jasa Asisten Virtual 

Di era teknologi seperti saat ini, asisten virtual atau virtual assistant adalah salah satu profesi yang banyak dicari oleh perusahaan, baik besar maupun kecil. Bisnis jasa virtual assistant adalah entitas yang memberikan layanan administratif dan dukungan bisnis kepada perusahaan dari jarak jauh atau remote. Profesi ini sama dengan asisten pada umumnya, hanya saja dapat dilakukan secara virtual atau online.
Menjalankan bisnis ini tak perlu modal besar. Dengan modal jaringan internet dan komputer serta kemampuan teknis, seseorang sudah bisa melakukannya. Profesi ini juga tidak memerlukan ruangan khusus seperti halnya asisten pada umumnya. Hal ini tentu membuat perusahaan tidak perlu menghabiskan uang untuk membuat ruangan lagi.
Secara garis besar, asisten virtual dapat melakukan tugas-tugas tertentu yang diminta oleh perusahaan atau klien untuk mendukung jalannya bisnis, misalnya entri data, mengelola media sosial, mengelola website atau membuat konten.

Baca Juga  Bank Dunia Koreksi Proyeksi Ekonomi RI 2021 3,7 Persen

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *