in ,

Hadapi Kelangkaan Minyak Goreng: Harus Bagaimana?

Untuk menyiasati kelangkaan minyak goreng di pasaran, dapat dilakukan berbagai aksi oleh para pedagang dan distributor. Yang pertama adalah jual beli bersyarat atau bundling. Apabila ingin mendapat minyak dengan harga murah atau normal, maka pembeli harus membeli barang lain yang tak laku di pasaran sebagai penyerta pembelian minyak goreng. Jika tidak membeli barang penyerta tersebut, maka pembeli akan mendapatkan minyak goreng dengan harga mahal. Strategi ini cukup menguntungkan bagi para penjual dalam berusaha menghabiskan stok dagangannya, dan menguntungkan pula bagi pembeli supaya dapat membeli minyak goreng dengan harga normal di tengah melambungnya harga minyak goreng di pasaran dan kelangkaan stok minyak goreng. Namun praktik ini tidak bisa dijalankan terus menerus, pemerintah daerah dan Kemendag harus mencari cara untuk dapat mengatasi kelangkaan stok minyak goreng sebelum pasar semakin tidak terkendali.

Baca Juga  Kerjasama Local Currency Settlement, Indonesia dan China

Langkah strategis yang mungkin dilakukan saat ini adalah meningkatkan batasan produksi minyak goreng murah atau curah, yang menurut anggota Komisi VI DPR Amin Ak sejumlah 1,2 miliar liter untuk enam bulan. Pelonggaran batasan ini berguna untuk membanjiri pasar dengan stok minyak murah, dengan tetap melakukan pengawasan terhadap produsen dan distributor supaya tidak menimbun stok minyak murah tersebut. Dengan membanjiri pasar dengan minyak murah dapat mencegah terjadinya panic buying oleh masyarakat, sehingga harga akan kembali stabil dan para oknum tidak akan menimbun minyak goreng yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan. Namun, kebijakan ini perlu dibarengi dengan Domestic Market Obligation dan Domestic Price Obligation yang tepat supaya kondisi pasar tetap kondusif.

Baca Juga  Tips Hemat BBM di Tengah Kenaikan Harga

 

*Penulis Adalah Mahasiswa PKN STAN, Jurusan D-III Perpajakan

*Informasi yang disampaikan dalam Artikel ini sepenuhnya merupakan Tanggung Jawab Penulis

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *