in ,

Tiga Peluang Investasi di Tahun Pemulihan Ekonomi 2022

Tiga Peluang Investasi di Tahun Pemulihan Ekonomi 2022
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Tahun 2021 akan segera berlalu, seiring meredanya pandemi Covis-19, pasar terlihat lebih optimis menyambut kehadiran tahun 2022. Apalagi kebijakan Fed tapering yang mulai diterapkan pada akhir tahun ini berjalan relatif lebih mulus dibandingkan kebijakan serupa tahun 2013 silam. Menurut Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha, kondisi itu terjadi karena pasar telah mengantisipasi dan menyesuaikan ekspektasi sehingga dapat memberikan dasar bagi investor dalam mengambil keputusan menjelang berakhirnya 2021, setidaknya ada tiga peluang investasi yang dapat dimanfaatkan investor untuk menyongsong kehadiran tahun 2022 yang menjadi tahun recovery atau pemulihan ekonomi.

Pertama, kondisi ekonomi global ke depan. Menurut Dimas, fase normalisasi di 2022 tidak hanya terjadi pada pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global, tetapi juga pada kebijakan moneter dan fiskal.

Baca Juga  Kenali Dulu Perbedaan Aset dan Liabilitas

“Bank sentral dunia diprediksi akan melakukan penyesuaian arah kebijakan, yaitu suku bunga diperkirakan akan meningkat secara gradual sambil tetap memperhatikan kondisi terkait pandemi,” kata Dimas dalam siaran pers, Rabu (22/12/2021).

Pengurangan stimulus-stimulus pandemi dari pemerintah secara gradual menuju ke level normal di era pertumbuhan ekonomi yang juga menuju normal akan mewarnai kebijakan fiskal tahun depan. Namun demikian, proses normalisasi akan terjadi secara gradual. Artinya, kebijakan fiskal dan moneter di 2022, baik di kawasan negara maju maupun negara berkembang tetap akan pada level akomodatif relatif terhadap rerata jangka panjang.

Kedua, akselerasi dari pasar domestik. Berbeda dengan pasar global yang mengalami fase normalisasi, Indonesia bersama Malaysia, Filipina, dan Thailand (ASEAN4) memiliki ruang ekspansi yang lebih tinggi di 2022. Dimas memperkirakan, momentum pembukaan kembali akan meningkat ketika terjadi akselerasi vaksinasi dan cakupan vaksinasi mencapai sekitar 70 persen dari populasi sehingga dapat menopang pemulihan ekonomi lebih kuat di 2022. Ia menilai, keunggulan Indonesia dibandingkan beberapa negara di kawasan adalah demografi Indonesia yang didominasi warga usia muda membawa keuntungan. Hal ini mempercepat aktivitas ekonomi kembali normal.

Baca Juga  Indonesia-Tiongkok, Transaksi Pakai Mata Uang Lokal

Ketiga, Dimas menyebut, peluang di pasar obligasi saat ini juga lebih siap dalam menghadapi tren perubahan sentimen global. Faktor kepemilikan asing yang jauh lebih rendah dibandingkan periode-periode sebelumnya, dinamika pasokan obligasi yang lebih baik, dan valuasi pasar obligasi Indonesia diharapkan dapat meredam dampak kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat di 2022.

Sementara itu, selain tiga peluang investasi pada tahun 2022, fundamental makro yang lebih baik dan stabilitas eksternal yang terus diperkuat juga diharapkan mampu menjaga volatilitas pasar obligasi Indonesia. Investor juga bisa memanfaatkan reksa dana pendapatan tetap untuk diversifikasi aset.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0