in ,

KEK Likupang Siap Hadirkan “Sustainable Tourism”

KEK Likupang Siap Hadirkan “Sustainable Tourism”
FOTO: IST

KEK Likupang Siap Hadirkan “Sustainable Tourism”

Pajak.com, Sulawesi Utara – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 175,17 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 440 orang pada tahun 2024. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menegaskan bahwa KEK Likupang siap hadirkan sustainable tourism dengan kekayaan alam dan budaya Minahasa Utara.

Sebagai informasi, KEK Likupang merupakan salah satu KEK pariwisata yang telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84 Tahun 2019 pada 6 Desember 2019.

“Untuk mencapai target itu, diperlukan dukungan pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung destinasi wisata lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan bagi wisatawan. KEK ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus didukung perkembangannya. Sehingga, infrastruktur wilayah di sekitar kawasan menjadi prioritas dalam pembangunannya,” ungkap Edwin dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com (10/3).

Ia menyebutkan, KEK Likupang diusulkan oleh PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD), anak perusahaan Sintesa Group. Saat ini fokus pengembangan investasi KEK Likupang, antara lain waterfront city, marina, dan konservasi. Konsep pengembangan marina akan didorong untuk terintegrasi dengan waterfront city yang dilengkapi dengan residential.

Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. KEK yang mengusung konsep sustainable tourism ini sejalan dengan tren masa kini, wisatawan cenderung beralih pada konsep sustainable living.

Baca Juga  Tantangan Terbesar Investor dalam Meraih Fasilitas KEK

“Pemerintah menaruh harapan kepada KEK yang telah ditetapkan untuk dapat memberikan dampak optimal terhadap negara, baik dari sisi peningkatan ekspor, memberikan substitusi impor, maupun dari segi penyerapan devisa serta penciptaan tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung. KEK diharapkan mampu menjadi instrumen pendorong daya saing Indonesia di tengah arah ekonomi global pascakrisis. Sebagai putra yang punya darah Sulawesi Utara, saya sangat bangga dengan adanya pengembangan KEK Likupang, karena ini tentunya akan meningkatkan lagi perekonomian masyarakat, khususnya di daerah Minahasa Utara,” jelas Edwin.

Ia meyakini potensi wisata di Indonesia sangat luar biasa. Optimisme dilihat dari peningkatan jumlah pergerakan wisatawan lokal dan kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah pergerakan wisatawan mancanegara periode Januari hingga Desember 2023 mencapai 11.677.825 kunjungan atau naik 98,30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022.

Baca Juga  Daya Magnet dan Multiefek Fasilitas Fiskal KEK bagi Investor

“Potensi terbesar wisata Indonesia berada di bagian timur Indoesia dengan keanekaragaman hayati yang merupakan produk utama sektor pariwisata berbasis alam. Untuk mengakselerasi perkembangannya, pemerintah pun menetapkan sejumlah destinasi wisata super prioritas, antara lain Likupang di Sulawesi Utara, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Labuan Bajo di Nusa Tengara Timur (NTT),” tambah Edwin.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *