in ,

Hasil Pertemuan Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang

Ia juga menyambut baik investasi bidang infrastruktur, Jepang kembali melanjutkan proyek Pelabuhan Patimban fase I tahap 2 serta penyelesaian proyek infrastruktur moda raya terpadu (MRT) Jakarta. Ke depan, Indonesia mengharapkan partisipasi Jepang pada proyek infrastruktur lainnya, seperti di Ibu Kota Nusantara dan Ambon Port.

“Saya pun menyambut baik partisipasi Jepang dalam pembangunan sentra kelautan dan perikanan di Natuna dan Biak yang telah selesai. Dan, komitmen pembangunan sentra-sentra serupa di Sabang, di Moa, di Saumlaki, dan Morotai. Di sektor energi dan lingkungan hidup, saya mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi baru terbarukan, seperti hidrogen, biomassa dan metanol, serta finalisasi dan implementasi MoU kerja sama lingkungan hidup,” ungkap Jokowi.

Baca Juga  Sinergi 4 Perusahaan Bangun Kendaraan Listrik Indonesia

Secara simultan, ia juga berharap adanya penguatan kerja sama bidang ketenagakerjaan meliputi pelatihan pekerja migran, sehingga pekerja Indonesia memiliki potensi besar untuk mengisi lapangan kerja di Jepang.

Dalam pertemuan ini kedua negara menyoroti sejumlah isu global yang memengaruhi kondisi domestik masing-masing, seperti operasi militer khusus Rusia ke Ukraina. Jokowi minta konflik ini harus dihentikan dan berharap semua negara menghormati kedaulatan serta integritas negara lain secara konsisten.

“Perang Ukraina harus dihentikan dan kita sepakat ciptakan situasi kondusif agar perundingan dan solusi damai tercapai. Sejauh ini kita sudah melakukan pembicaraan dengan kepala negara lain. Perang harus dihentikan dan solusi damai harus dicapai. Dunia harus bekerja sama mengatasi dampak perang baik kemanusiaan dan dampak perekonomian,” tegas Jokowi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *