in ,

Hasil Pertemuan Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang

Selanjutnya, mengenai Myanmar, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama antara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Jepang untuk memastikan bahwa Five-Point Consensus ASEAN dapat dijalankan.

“Kita juga membahas kerja sama Indo-Pasifik agar menjadi kawasan yang damai, kawasan yang stabil dan sejahtera. Saya menekankan pentingnya membangun strategic trust di kawasan. Indonesia dan ASEAN siap melakukan kerja sama dengan para mitra, terutama di bidang maritim, konektivitas, dan pencapaian SDGs (sustainable development goals), serta perdagangan dan investasi,” tutup Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan keinginannya untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara dalam menyambut peringatan ke-65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada tahun depan.

Baca Juga  Cara Menghindari Kejahatan “Skimming” Pengguna ATM

“Oleh karena itu, saya ingin berdiskusi dengan Yang Mulia mengenai berbagai topik, antara lain kerja sama bilateral dalam bidang investasi dan energi, serta G20 yang diketuai Presiden Jokowi,” kata Fumio Kishida.

Ia mengungkap, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi saat ini di dunia, seperti situasi di Ukraina-Rusia, Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Korea Utara. Karena itu, Jepang menilai semakin penting untuk mempertahankan dan memperkuat ketertiban internasional yang bebas dan terbuka.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *