in ,

Cara Memilih Aset NFT yang Tepat Bagi Pemula

Cara Memilih Aset NFT yang Tepat Bagi Pemula
FOTO : IST

Pajak.comJakarta – Belakangan ini aset Non-fungible Token (NFT) semakin ramai dibicarakan di tanah air. Apalagi, setelah Sultan Gustaf Al Ghozali menjual swafoto dari 2017 hingga 2021 dalam NFT Ghozali Everyday di platform OpenSea. Pemuda berusia 22 tahun asal Jepara, Jawa Tengah ini berhasil meraup dana hingga Rp 1,5 miliar dari koleksi foto pribadinya itu. Investasi NFT pun kian diminati banyak orang terlebih generasi Z dan generasi milenial (Zillenial), karena fenomena ini menawarkan banyak “cuan” dengan cepat—berikut risiko yang tinggi pula.

Buktinya, selama 2021, nilai perdagangan NFT di pasar dunia mencapai lebih dari 23 miliar dollar AS. Angka itu meningkat lebih dari dua puluh kali lipat dibandingkan dengan nilai perdagangan pada 2020 yang berada di bawah 100 juta dollar AS. Berkat antusiasme yang semakin meningkat, nilai investasi NFT diperkirakan tambah meroket di tahun ini.

Baca Juga  Prilly Latuconsina Ungkap Alasan Beli Saham Persikota

Sejatinya, NFT merupakan koleksi digital bisa berupa gambar, karya seni, video, album musik, atau item gim. Barang-barang ini biasanya unik, dibedakan dengan nomor unik yang melekat padanya. Cara ini tentu membawa peluang yang lebih luas bagi para seniman, karena tidak perlu lagi harus bergantung pada galeri atau balai lelang untuk menjual karya seninya. Mereka dapat langsung menjual karya seni di lokapasar NFT, sekaligus dapat menentukan royalti dan menerima persentase penjualan setiap kali karya seni mereka berpindah tangan.

Meski sama-sama menggunakan teknologi blockchain, token ini unik karena tidak dimiliki secara populer oleh beberapa cryptocurrency seperti Ethereum dan Bitcoin yang dimiliki banyak pengguna. Untuk itulah, NFT adalah aset yang dianggap berharga karena keunikannya, tidak dapat ditukarkan, dan sekali pakai. Yang perlu diingat, meskipun NFT sedang menapaki popularitasnya jangan sampai Anda termakan keuntungan yang ditawarkan dan hindari pula berinvestasi karena takut ketinggalan zaman semata.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0