in ,

Alto Network dan RMH Singapura Investasi ke Moduit

Founder sekaligus CEO Moduit Jeffry Lomanto menyampaikan, dana segar dari berbagai investor itu akan digunakan untuk memperluas layanan untuk menawarkan produk wealth management selain reksa dana dan obligasi.

“Kami berencana menarik lebih banyak profesional untuk bergabung sebagai mitra perencana keuangan. Moduit menargetkan penambahan tiga kali lipat jumlah mitra perencana keuangan pada tahun depan. Dengan peluang yang sangat besar di Indonesia, tujuan akhir kami ke depan, yakni ekspansi ke seluruh nusantara,” kata Jerry.

Startup ini juga akan meningkatkan fitur ‘Moduit Robo-Advisor’ yang berfungsi untuk menyediakan layanan perencana keuangan otomatis berbasis algoritma dengan sedikit keterlibatan atau tanpa pengawasan manusia.

Sepanjang tahun 2021, tanpa dukungan pemasaran, assets under advisory (AUA) Moduit tumbuh lebih dari 40 persen seiring rata-rata nilai investasi untuk business to customer (B2C) mencapai 4.600 dollar AS atau senilai Rp 66,7 juta per klien. Secara simultan, jumlah advisory partner (mitra penasehat keuangan) Moduit tumbuh sebesar 74 persen, para mitra ini rata-rata dapat menangani portofolio sebesar 60.000 dollar AS atau Rp 870 juta per klien.

Baca Juga  Airlangga: Manfaat Implementasi RCEP Bagi Indonesia

“Untuk tahun 2022, perusahaan menargetkan penambahan tiga kali lipat jumlah mitra perencana keuangan Moduit dan mendorong pertumbuhan AUA hingga tujuh kali lipat. Seluruh tim Moduit sangat bersemangat dengan perkembangan ini. Dengan peluang yang sangat besar di Indonesia, tujuan akhir kami ke depan adalah ekspansi ke seluruh Indonesia, dan kami juga berencana untuk mengejar pendanaan seri A pada akhir periode 2022,” kata Jerry.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *