in ,

”Womenpreneurs” Perkuat Ekosistem Bisnis Kewirausahaan

Oleh karena itu Teten berpendapat, diperlukan dukungan yang mampu menjadikan ide bisnis yang dimiliki perempuan menjadi bisnis yang sukses.

Pertama, akses untuk perangkat digital yang tepat dan mendapat dukungan. Kedua, dukungan dan saran terkait pelayanan kepada pelanggan. Ketiga, jaringan dan komunitas. Dan keempat, akses finansial atau pembiayaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menjelaskan bahwa perempuan pada nyatanya memiliki kekuatan.

“Melihat dari jumlah penduduk Indonesia saja, jumlah penduduk perempuan 49,48 persen dari populasi Indonesia. Berarti kalau kita bandingkan dengan laki-laki, kita setara,” jelasnya.

Bintang mengatakan, melihat dari segi ekonomi, data McKinsey Global Institute Analysis (2018) menyimpulkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 135 miliar dollar AS per tahun di tahun 2025 jika partisipasi ekonomi perempuan dapat ditingkatkan.

Baca Juga  Mempelajari Teknik Presentasi Memukau ala Steve Jobs

Pada kesempatan yang sama, Incoming Chair ICSB Hermawan Kartajaya pun mengakui bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

“Maka dari itu, kreativitas sangat diperlukan UMKM. Tanpa kreatif, tidak akan ada inovasi. Inovasi adalah solusi baru untuk customer,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Hermawan pun berpendapat bahwa harus ada entrepreneur yang memutuskan apakah inovasi ini bisa jalan atau tidak dengan segala macam pengambilan risiko dan kolaborasi.

“Dan akhirnya, yang menjalankan sehari-hari agar UMKM itu naik kelas adalah leader. Sehingga, urutannya jelas, yakni creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership,” pungkasnya.

Ditulis oleh

Baca Juga  Mengenal 5 Jenis Budaya Kerja

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *