in ,

RAPBN Harus Adaptif Hadapi Ketidakpastian Covid-19

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Muhidin Moh Said membacakan hasil pembahasan RAPBN 2022, yang meliputi:

Pertama, pertumbuhan ekonomi diasumsikan sebesar 5,2 sampai 5,8 persen pada RAPBN 2022. Angka itu sesuai dengan usulan pemerintah dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF).

Kedua, angka inflasi disepakati sebesar 3 persen pada tahun depan. Angka itu berubah dari 2 – 4 persen di KEM PPKF.

Ketiga, nilai tukar rupiah disepakati Rp 13.900 – 14.800 per dollar AS, berubah dari usulan Rp 13.900 – 15.000 per dollar AS.

Keempat, tingkat bunga surat utang negara (SUN) 10 tahun disepakati 6,32 – 7,27 persen, sesuai dengan usulan KEM PPKF. Kelima, Indonesian crude price (ICP) disepakati 55 hingga 70 dollar AS per barel, berubah dari 55 sampai 65 dollar AS per barel dalam usulan KEM PPKF. Keenam, lifting minyak bumi disepakati 686.000 – 750.000 barel per hari dari usulan 686.000 hingga 726.000 barel per hari. Ketujuh, lifting gas bumi disepakati 1.031 – 1.200 juta barel oil equivalent per day (BOEPD) dari usulan 1.031 – 1.103 juta BOEPD. Kedelapan, untuk target indikator pembangunan ekonomi 2022, nilai tukar petani disepakati di kisaran 103 sampai 105. Kesembilan, nilai tukar nelayan 104 -106. Kesepuluh, tingkat pengangguran terbuka 5,5 sampai 6,3 persen. Kesebelas, tingkat kemiskinan 8,5-9 persen. Dua belas, rasio gini diputuskan 0,36 sampai 0,378 persen.

Baca Juga  KADIN Berharap Empat Insentif Ini Tetap Diberikan di 2022

Penyampaian laporan Badan Anggaran DPR ini merupakan hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN 2022 dan RKP 2022 pada rapat paripurna 20 Mei 2021, kemudian ditanggapi fraksi-fraksi DPR pada 25 Mei 2021.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *