in ,

Membangun Strategi Digital Marketing di Era Media Sosial

Nicole menyampaikan, platform media sosial dapat menciptakan lingkaran keberuntungan asalkan pengguna dapat menggabungkan, memahami, dan memberikan hal yang dibutuhkan konsumen. Sehingga orang akan datang lebih sering, menghabiskan waktu lebih banyak, dan tingkat interaksi yang lebih tinggi di platform tersebut. Ia menilai, sebagai platform media sosial, TikTok sudah berhasil menarik minat penggunanya.

Sementara itu, dari sudut pandang agensi, Managing Director OMD Singapura Sadhan Mishra mengatakan, perubahan bukanlah hal baru bagi masyarakat. Sebab, konsumen membutuhkan sesuatu yang dapat membangun rasa gembira mereka. Inilah yang menurut Sadhan harus disadari brand dan agensi.

Pada Juni lalu, ini pengguna aktif TikTok di Asia Tenggara mencapai 240 juta pengguna. Angka ini menunjukkan peningkatan sebanyak 85 persen dibandingkan 2020. Sadhan mengatakan bahwa TikTok menjadi platform yang menyediakan beragam kebutuhan pengguna, seperti tip, resep masakan, dan bahkan sekadar hiburan. Ia menilai, jika dapat memanfaatkan TikTok dengan baik, seperti menggabungkan realitas kehidupan dan bisnis pada platform, brand dapat membangun komunikasi dan peningkatan value dengan pengguna.

Baca Juga  Kolaborasi Shopee-ASPPUK Kuatkan Literasi Digital UMKM

Mengamini pendapat Sadhan, Bim Gutierrez menambahkan, konsep iklan harus bisa menjadi pusat perhatian konsumen. Kalau tidak menarik, pengguna akan melewati iklan.

“Inilah pentingnya kita untuk membuat konsumen mendekat, seperti membangun kampanye dan kolaborasi sehingga membangun atensi dan empati pengguna,” kata Bim.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *