in ,

LPEI Lakukan Pemberdayaan UMKM Ramah Lingkungan

LPEI Lakukan Pemberdayaan UMKM
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau yang juga biasa disebut Indonesia Eximbank terus melakukan pemberdayaan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor agar bisa menghasilkan nilai tambah yang optimal.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, R. Gerald S. Grisanto mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan LPEI adalah membantu enam UMKM mitra binaannya yang berorientasi ekspor ikut dalam pameran yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Dengan pemberdayaan itu, LPEI bisa mencetak eksportir yang berdaya saing global, termasuk UMKM yang bergerak di bidang komoditas kelapa sawit,” kata Gerald dalam keterangannya, Kamis (9/6).

Baca Juga  Indonesia dan Bank Dunia Kolaborasi Pemulihan Global

Keenam UMKM tersebut antara lain CV Masagenah (Lidi Sawit dan Home Décor), Desa Devisa Kakao Jembrana (Biji Kakao Fermentasi), Desa Devisa Kopi Subang (Kopi), Desa Devisa Kopi dan Beras Banyuwangi (Kopi dan Beras), Desa Devisa Tenun Gresik (Sarung Tenun) dan Koperasi Energy Biomassa Indonesia (palm kernel shell).

BPDPKS menggelar pameran Kemenkeu Satu  di Gedung Dhanapala Jakarta dalam rangka mendukung sosialisasi tentang komoditas sawit. LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan turut berpartisipasi pada pameran. Pada perhelatan tersebut, LPEI menampilkan produk-produk dari UMKM binaannya itu yang sangat memerhatikan aspek tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s Goals) dan juga ramah lingkungan.

Baca Juga  Tingkatkan Penggunaan EBT Melalui PLTA Rajamandala

LPEI menegaskan dukungannya melalui produk kakao dan kain yang dihasilkan Desa Devisa Kakao Jembrana dan Desa Devisa Gresik yang mengangkat aspek kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan para petani/perajin.

Selain itu, terdapat produk palm kernel shell yang dihasilkan Koperasi Energy Biomassa Indonesia, yang merupakan limbah industri pengolahan kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.

Gerald memaparkan, LPEI memiliki berbagai program strategis untuk mendorong sektor komoditas tak terkecuali produk turunan kelapa sawit menjadi produk yang memiliki bernilai tambah. Ia menyebutkan, LPEI memiliki dua program strategis untuk mendukung para pelaku usaha menjadi eksportir yang berdaya saing melalui pemberdayaan Desa Devisa dan pelatihan Coaching Program for New Exporters. Setelah mendapatkan pelatihan yang komprehensif dan dinilai bankable, para eksportir juga akan difasilitasi untuk pameran bahkan pembiayaan dari LPEI.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Capai 5 Persen

Sejak kedua program itu diluncurkan hingga kuartal I 2022, sudah ada 61 desa yang tergabung dalam Program Desa Devisa dan 2.943 pelaku usaha yang telah mengikuti pelatihan ekspor melalui Coaching Program for New Exporters.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0