in ,

Jadi Tuan Rumah KTT G20, PDB Indonesia Berpotensi Naik

Selanjutnya, KTT G20 membuat Indonesia memiliki kesempatan strategis untuk menentukan arah desain kebijakan pemulihan ekonomi global, terutama pada masa pasca-pandemi COVID-19 ini.

“Rangkaian 150 pertemuan, antara lain merupakan working groups tingkat sherpa (perwakilan kepala negara) dan tingkat finance deputies, dan tingkat menteri, hingga KTT yang akan dihadiri oleh seluruh kepala negara dan kepala pemerintah,” tambah Airlangga.

Jumlah delegasi dalam rangkaian KTT G20, yakni 500 hingga 5.800 orang. Pertemuan akan diselenggarakan secara virtual dengan mempertimbangkan kondisi pengendalian COVID-19. Namun, pertemuan juga dilakukan secara fisik sesuai dengan level asesmen situasi pandemi yang mengacu pada standar World Health Organization (WHO), yakni cakupan vaksinasi minimum di lokasi pertemuan, kasus aktif yang rendah, dan ketersediaan rumah sakit tipe A.

Baca Juga  Kemenkeu Tegaskan Insentif Nakes Tak Dipangkas

KTT G20 tahun 2022 memiliki tema utama “Recover Together, Recover Stronger”. Airlangga menyebutkan, ada lima pilar prioritas dalam tema ini, yaitu meningkatkan produktivitas untuk pemulihan; membangun ekonomi dunia yang tangguh pasca-pandemi; menjamin pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan; menciptakan lingkungan kondusif untuk kemitraan dan pemangku kepentingan; mendorong kepemimpinan kolektif global untuk perkuat solidaritas.

Konferensi pers turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0