in ,

Ekonomi Indonesia Triwulan III 2021 Tumbuh 3,51 Persen

Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021 juga dipengaruhi harga sejumlah komoditas yang terus meningkat, baik makanan maupun tambang. Di antaranya minyak kelapa sawit, cokelat, kopi, timah, nikel, dan alumunium.

“Perkembangan harga komoditas dan membaiknya perekonomian mitra dagang kita ini berpengaruh besar pada kinerja ekspor, yang juga memengaruhi perekonomian,” ucapnya.

Sampai dengan triwulan III-2021, Margo mengemukakan persentase laju pertumbuhan kumulatif mencapai 3,24 persen (c-to-c) . Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,81 persen. Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 22,23 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi (yoy) pada triwulan III-2021 mengalami peningkatan di hampir seluruh wilayah, kecuali di Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang mengalami kontraksi pertumbuhan 0,09 persen.

Baca Juga  Aspek Halal dan Inovasi Produk Harus Berjalan Beriringan

“Namun, Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 57,55 persen mencatat pertumbuhan sebesar 3,03 persen,” sebutnya.

Berdasarkan berbagai indikator di global maupun domestik tersebut, ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) di triwulan III-2021 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 4.325,4 triliun. Sementara, jika dihitung berdasarkan harga dasar konstan dengan tahun dasar 2010 sebesar Rp 2.815,9 triliun.

“Dengan besaran PDB tersebut, kalau kita hitung pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021, kalau saya bandingkan dengan triwulan II-2021, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 1,55 persen. Jika dibandingkan dengan secara year on year perekonomian Indonesia tumbuh 3,51 persen,” tuturnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

194 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *