in ,

Bukit Asam Kembangkan Hilirisasi Industri Batu Bara

Untuk pengembangan EBT, PTBA sudah membangun PLTS bersama Angkasa Pura II di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), tepatnya di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). Kemudian, membangun pula PLTU berkapasitas 1.240 megawatt (MW).

“Saat ini progress konstruksi (PLTU) per Agustus 2021 sudah mencapai 89,4 persen, meskipun pembangunannya dikerjakan di tengah pandemi. PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia itu proyek Sumsel (Sumatera Selatan) ke delapan. Unit 1 akan selesai akhir tahun ini dan unit 2 selesai Maret 2022,” ungkap Suryo.

Saat ini PTBA tengah berdiskusi secara intensif dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk memanfaatkan lahan pascatambang di tiga wilayah, yaitu di Tanjung Enim, Ombilin Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga  Pentingnya Kebijakan Makroprudensial di Masa Pandemi

“Jadi, kami akan membangun dengan kapasitas cukup besar. Mungkin kita bisa mulai 200 MW untuk ukuran EBT, khususnya pembangkit listrik tenaga surya,” tambah Suryo.

Di tahun 2022, Suryo optimistis perusahaan akan mencatatkan kinerja positif. Optimisme itu dilatarbelakangi oleh tingginya penjualan pada semester I-2021 karena meningkatnya permintaan diiringi dengan melonjaknya harga batu bara.

Pada semester I-2021, PTBA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun atau naik 38 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu senilai Rp 1,3 triliun. Pencapaian laba bersih itu didukung oleh pendapatan sebesar Rp 10,3 triliun atau meningkat 14 persen dari capaian sebelumnya senilai Rp 9 triliun.

Baca Juga  Indonesia Butuh Rp 3.461 T untuk Turunkan Emisi Karbon

Perseroan juga menorehkan kenaikan 10 persen pada total aset, yakni menjadi Rp 27 triliun pada akhir semester I-2021. Di samping itu, produksi batu bara PTBA meningkat signifikan sebesar 94 persen.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *