in ,

Bank Jago dan GoPay Integrasi Layanan Keuangan

Kharim juga mengutip hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang menyatakan bahwa 1 dari 5 pengguna GoPay tidak memiliki atau menggunakan rekening bank secara aktif.

“Riset ini juga mengungkapkan konsumen tidak hanya melihat GoPay sebagai alat pembayaran, tapi juga sebagai sarana pengaturan keuangan dan jembatan ke layanan keuangan. Selain itu, 1 dari 4 pengguna GoPay tertarik membuka rekening bank melalui GoPay,” kata Kharim.

Tidak kalah penting, integrasi ini juga diikuti dengan upaya menjaga keamanan pengguna atau nasabah.

“Soal security juga tidak ada komprominya. Baik GoPay dan Bank Jago itu memiliki regulator yang memastikan memenuhi semua standar security yang berlaku. GoPay ada Bank Indonesia, Bank Jago ada Bank Indonesia dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kami memastikan sistem kami baik dan mengikuti standar security. Penting adalah customer education harus terus menerus dilakukan, tidak henti-hentinya. Karena kami melihat penjahatnya makin kreatif,” jelas Kharim.

Baca Juga  Sri Mulyani Ungkap Strategi KSSK Hadapi Pandemi di 2022

Dalam kesempatan yang sama, CEO GoPay Hans Patuwo menuturkan, langkah integrasi antara GoPay dengan Bank Jago memang merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung inklusi keuangan. Menurutnya, GoPay telah berkembang jauh, yang semula hanya sebagai metode pembayaran di dalam aplikasi Gojek, kini sudah menjadi salah satu pembayaran digital terbesar dengan layanan lengkap untuk membayar tagihan hingga berinvestasi.

“Kerja sama dengan Bank Jago mengukuhkan langkah GoPay dalam memberikan akses layanan keuangan yang mudah dan terpercaya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Hans.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *