in ,

Bank Dunia Koreksi Proyeksi Ekonomi RI 2021 3,7 Persen

Sementara untuk jangka panjang, Mattoo mengatakan strategi komprehensif yang harus dilakukan adalah reformasi yang lebih serius untuk mencegah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan ketidaksetaraan. Dua hal itu merupakan kombinasi pemiskinan yang belum pernah terjadi—tapi bisa saja terjadi—di kawasan tersebut pada abad ini.

Selain itu, laporan Bank Dunia juga mengidentifikasi percepatan difusi teknologi merupakan hikmah pandemi yang dapat meningkatkan produktivitas, mendemokrasikan pendidikan, dan mengubah lembaga negara.

Sementara dalam ruang lingkup berusaha, perusahaan yang melengkapi dengan keterampilan teknologi harus disertai dengan keterbukaan terhadap perdagangan dan investasi, serta kebijakan persaingan sehingga memperkuat insentif bagi perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru.

Strategi lainnya adalah menerapkan reformasi pendidikan yang telah lama tertunda untuk meningkatkan kualitas pengajaran, dan relevansi kurikulum agar dapat memastikan akses yang lebih luas ke manfaat teknologi pembelajaran baru.

Baca Juga  Perkembangan Produksi Vaksin Merah Putih dan BUMN

Dengan serangkaian strategi tersebut, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada 2022 akan mampu mencapai 5,2 persen, sedangkan pada 2023 mencapai 5,1 persen.

“Pertumbuhan itu bisa pulih sekitar 4,5 persen sampai 5 persen dalam beberapa tahun ke depan karena adanya kebijakan ekonomi makro yang sangat suportif,” pungkas Mattoo.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *