in ,

PT Timah Setor Pajak-PNBP Rp 1,19 T di Semester I-2022

PT Timah Setor Pajak-PNBP
FOTO: IST

PT Timah Setor Pajak-PNBP Rp 1,19 T di Semester I-2022

Pajak.com, Jakarta – PT Timah Tbk setor pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1,19 triliun sepanjang semester I-2022. PT Timah Setor Pajak-PNBP Rp 1,19 T di Semester I-2022. Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang dan eksplorasi timah ini naik 400 persen bila dibandingkan dengan semester I-2021 yang tercatat Rp 234,6 miliar.

“Melejitnya setoran pajak dan PNBP ini didorong oleh tingginya harga komoditas timah pada semester I-2022 dengan rata-rata harga 41.110 dollar AS per metrik ton. Peningkatan kontribusi pajak dan PNBP ini juga terjadi lantaran peningkatan jumlah pajak PPh (Pajak Penghasilan) badan,” jelas Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar dalam keterangan tertulis, (12/9).

PT Timah optimistis setor pajak dan PNBP kepada negara akan terus naik hingga tutup buku pada akhir Desember 2022. Meskipun perseroan memproyeksi harga komoditas timah kurang menggembirakan pada semester II-2022.

Baca Juga  Ketentuan Pajak Hiburan Berdasarkan UU HKPD

“Manajemen perseroan berupaya untuk meningkatkan kinerja, sehingga bisa memberikan kontribusi kepada negara, pemegang saham, dan masyarakat,” ujar Abdullah.

Sepanjang paruh pertama tahun ini Timah membukukan laba sebesar Rp 1,08 triliun. Selain itu, emiten dengan kode saham TINS pada 2022 juga membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 455 miliar atau 35 persen dari keuntungan perusahaan.

“Perbaikan tata kelola industri timah juga memengaruhi peningkatan pajak, PNBP, dan dividen. Perseroan melalui pola kemitraan merangkul masyarakat untuk menambang di wilayah konsesi perusahaan, sehingga masyarakat penambang yang bermitra dengan Timah juga melaksanakan kewajiban perpajakan mereka. Membaiknya performa kinerja perusahaan tentunya selaras dengan kontribusi perusahaan kepada negara,” jelas Abdullah.

Ia menambahkan, Timah secara konsisten juga melaksanakan program corporate social responsibility (CSR) di wilayah operasional perusahaan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Setidaknya, sepanjang tahun 2021, Timah menggelontorkan dana CSR sebesar Rp 54,31 miliar atau meningkat sebesar 108 persen dari rencana penyaluran sebesar Rp 50,2 miliar. Secara rinci, Timah menyalurkan CSR ke Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 6,68 miliar; Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rp 42,08 miliar; dan DKI Jakarta Rp 1,50 miliar.

Baca Juga  Pengurangan Sanksi Bagi Pelanggar Pajak di RUU HPP

Pada kesempatan berbeda, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan Timah Anggi Siahaan menjelaskan, penyaluran dana CSR ini terbagi dalam program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) dan program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).

Untuk program TJSL dana yang dikucurkan sebesar Rp 31,870 miliar untuk beberapa program, yakni fishing ground bersama masyarakat nelayan, program Tinskubator, Eco-Village Srimenanti, Entreprenuer Lidi Nipah, Timah Mengajar, memberikan pendidikan beasiswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pemali, mitigasi perubahan iklim dengan penanaman mangrove (hutan bakau), membantu perkebunan masyarakat di lingkar tambang, serta pelestarian lingkungan hewan endemik dan tahura. Sedangkan untuk program PUMK, perseroan telah menyalurkan dana sebesar Rp 22,483 miliar.

“Timah sebagai representasi negara dalam penambangan timah tidak hanya sekadar menambang, namun juga mengambil peran dalam memajukan ekonomi, pembangunan dan kemajuan daerah salah satunya melalui CSR,” ujar Anggi.

Baca Juga  “Core Tax” Prioritaskan Pemeriksaan WP Berisiko Tinggi

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta BUMN dapat kembali meningkatkan kontribusi kepada negara, baik melalui dividen, pajak, maupun PNBP. Ia optimistis kontribusi BUMN dapat kembali menggeliat dalam beberapa tahun ke depan mengingat kondisi ekonomi terus membaik.

“Pada 2020, BUMN tetap berkontribusi kepada negara kurang lebih Rp 375 triliun dari dividen, pajak, dan PNBP. Dalam 10 tahun terakhir, BUMN telah memberikan pemasukan bagi negara sebesar Rp 3.295 triliun. Kontribusi BUMN sangat penting bagi keuangan negara di tengah kondisi pandemi. Maka, diharapkan kontribusi BUMN dapat semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Kita terus berupaya pada 2021, 2022, 2023, 2024 ada peningkatan. Paling tidak untuk 2021 stagnan dulu, tetapi ke depan harus ada peningkatan,” ujar Erick.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0