in ,

Pariwisata Bali Masih Sepi Pengaruhi Penerimaan Pajak

Selain itu, Agus juga akan menyisir sektor-sektor lain yang selama ini belum menjadi tumpuan dan ke depannya tak melulu harus bergantung pada sektor pariwisata.

“Sektor kesehatan, kan, di masa pandemi justru naik drastis. Kebutuhan obat misalnya, jual beli obat, atau kegiatan di klinik justru naik. Jadi kalau bicara pandemi kita ada sektor yang terpuruk, tetapi ada sektor-sektor yang justru tumbuh,” sambungnya.

Merosotnya pertumbuhan penerimaan juga dialami Kepala KPP Pratama Gianyar Moch Luqman Hakim yang menyatakan pandemi membuat sektor penyumbang penerimaan terbesar KPP Pratama Gianyar bergeser.

Pada tahun lalu, misalnya, penerimaan terbesar di wilayah kerjanya berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran, serta akomodasi. Sedangkan pada tahun ini, penyumbang pajak terbesar adalah sektor konstruksi ditopang oleh pembangunan infrastruktur seperti Bendungan Sidan.

Baca Juga  Ini Konsekuensi Bila Utang Pajak Tidak Dilunasi

Dalam menggambarkan sepinya sektor pariwisata Bali, ia menyebut penerimaan sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman terjun 48,9 persen pada tahun lalu.

Secara nilai ia membukukan pertumbuhan minus untuk penerimaan sebesar 28,08 persen pada tahun lalu atau setara Rp 544,5 miliar atau 89,36 persen dari target pada 2020. Sementara di tahun ini, ia mencatat penerimaan mencapai 75,88 persen dari target atau Rp 440,82 miliar hingga per akhir Oktober 2021.

“Pertumbuhan minus 28,08 persen ini sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terjadi,” katanya di KPP Pratama Gianyar.

Di sisi lain, Luqman semakin yakin adanya pemulihan di Bali karena melihat perbaikan penerimaan mulai Juni lalu. Di dua bulan terakhir tahun ini, ia pun berharap penerimaan perpajakan di Gianyar bisa kembali ke normal sehingga target penerimaan bisa nyaris mencapai 100 persen.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

194 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *