in ,

Mengenal Pajak Kendaraan Listrik dan Tarifnya

Pajak Kendaraan Listrik dan Tarifnya
FOTO: IST

Mengenal Pajak Kendaraan Listrik dan Tarifnya

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah terus gencar mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di tanah air. Peta jalan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi nasional di tengah-tengah masyarakat juga telah dirancang agar bisa segera diterapkan. Selain karena ramah lingkungan, pajak kendaraan listrik pun lebih murah dari kendaraan konvensional. Apa saja komponen pajak kendaraan listrik dan berapa tarifnya?

Sejak tahun lalu, pemerintah telah memberlakukan aturan insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) kendaraan yang dihitung sesuai dengan kadar emisi kendaraan roda empat. Karenanya, sejenis mobil plug in hybrid, mobil listrik dan mobil hybrid akan memperoleh insentif PPnBM dalam jumlah besar.

Aturan PPnBM mobil listrik tersebut tertuang dalam peraturan PP Nomor 74 Tahun 2021, mengenai pajak penjualan dari PPnBM mobil listrik yang akan dibebankan tarif sebesar 15 persen melalui Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar 0 persen. PP Nomor 74 Tahun 2021 adalah perubahan atas PP Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Baca Juga  Pandemi Momentum Optimalkan Penerimaan Pajak Digital

Adapun aturan terkait tarif pajak mobil listrik masih mengacu pada PP No.73 Tahun 2019, antara lain tertuang dalam Pasal 17. Dalam pasal itu disebutkan, untuk Barang Kena Pajak mewah berbentuk kendaraan bermotor akan dibebankan PPnBM yang tarifnya senilai 15 persen, di antaranya berupa kendaraan bermotor yang dapat mengangkut 10 orang hingga 15 orang termasuk bagi pengemudi motor listrik beserta semua penggerak utamanya memakai daya listrik yang berasal dari baterai maupun tempat penyimpanan energi lainnya di dalam kendaraan maupun dari luar.

Sementara Pasal 24 menyebutkan bahwa kelompok barang yang kena pajak dan tergolong mewah, berbentuk kendaraan bermotor dengan Pajak Penjualan terhadap Barang Mewah bertarif 10 persen adalah kendaraan bermotor yang memiliki kabin ganda yang digerakkan memakai motor listrik beserta semua penggerak utamanya memakai listrik, baik berasal dari baterai maupun pembangkit listrik yang lain pada kendaraan ataupun di luar kendaraan.

Baca Juga  10 Negara yang Terapkan Pajak Minuman Berpemanis

Kemudian, Pasal 36 juga mengatur pajak mobil listrik untuk kelompok barang mewah terkena pajak berbentuk kendaraan bermotor akan dibebankan Pajak Penjualan terhadap Barang Mewah yang ditarif senilai 15 persen melalui Dasar Pengenaan Pajak senilai 0 persen dari total harga jual.

Dalam hal ini termasuk kendaraan bermotor yang memakai teknologi battery electric vehicles atau plug in hybrid electric vehicle yang konsumsi bahan bakarnya sama dengan 28 km lebih per liter. Dalam peraturan pajak mobil listrik terbaru juga turut mencantumkan pajak untuk pembelian mobil hybrid maupun mobil teknologi modern lainnya.

Sementara itu, untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil listrik, telah diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 pada Tahun 2021. Peraturan ini memuat Perhitungan Dasar terhadap Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama pada Kendaraan Bermotor. Dalam aturan ini, pajak mobil listrik diatur dalam pasal 10 dan pasal 11.

Baca Juga  Rekognisi Pajak

Aturan dari kedua pasal tersebut menjelaskan bahwa pajak kendaraan untuk mobil listrik hanya akan dikenakan sebesar 10 persen dari tarif normal yang ada. Hal ini berlaku untuk PKB kendaraan listrik, baik bagi orang ataupun barang dan juga untuk angkutan umum pada orang maupun barang.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *