in ,

Sektor Pertanian, Salah Satu Aktor Pertumbuhan Ekonomi

Sektor Pertanian, Salah Satu Aktor Pertumbuhan Ekonomi
FOTO: IST

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya sebagai komponen pertumbuhan ekonomi. Ketika perekonomian Indonesia mengalami kemunduran akibat pandemi COVID-19 dan hampir semua sektor mencatatkan pertumbuhan minus, kondisi yang berbeda terjadi pada sektor pertanian. Resiliensi sektor pertanian tetap langgeng walaupun dihantam pandemi, yang dibuktikan dengan pertumbuhan sebesar 16,24% q-to-q dan 2,19% yoy pada kuartal II tahun 2020.

“Pada triwulan III-2021 sektor pertanian tumbuh 1,35 persen. Secara ekonomi, total 66,42 persen PDB berasal dari industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambahan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono.

Lebih lanjut, pada kuartal III tahun 2021, sektor pertanian tercatat telah menyumbang 14,3% PDB nasional. Dikutip dari mantan Kepala BPS, Suhariyanto, dari 17 lapangan usaha, hanya 3 sektor yg masih tumbuh positif yaitu pertanian, informasi dan komunikasi, serta pengadaan air pada tahun 2020.

Baca Juga  Indonesia Butuh Rp 3.461 T untuk Turunkan Emisi Karbon

Pertumbuhan sektor pertanian cenderung meningkat secara konstan dari waktu ke waktu, dibuktikan dengan pertumbuhannya yang meningkat dari beberapa tahun ke belakang. Bahkan, PDB sektor pertanian tumbuh sebesar 2,59% yoy pada kuartal IV 2020.

Peningkatan yang dialami sektor pertanian bisa jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya pertumbuhan komoditas tanaman pangan sebesar 10,47% yang disebabkan oleh meningkatnya hasil panen dan produksi berbagai jenis makanan pokok, serta cuaca yang mendukung proses pertanian.

Selain menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional, pertanian juga berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan ketenagakerjaan. Sektor pertanian terbukti tetap dapat menyerap tenaga kerja kerja sebesar 29,5% pada kuartal I 2021, meningkat 0,36% dibanding tahun 2020. Diketahui bahwa serapan tenaga kerja merupakan salah satu pemeran penting dalam pertumbuhan ekonomi, sehingga hal ini akan mendorong kenaikan PDB nasional.

Baca Juga  OJK Sanksi Perusahaan Asuransi yang Langgar Aturan

Demi mencapai sistem agrikultur yang modern dan menyejahterakan bangsa, dibutuhkan peran pemerintah. Penting bagi petani untuk menguasai teknologi guna mengoptimalkan hasil panen dan tata kelola lahan yang dapat diupayakan dengan penyuluhan oleh lembaga pertanian. Contohnya, Program Makmur, inisiatif PT Pupuk Indonesia, yang telah sukses memberdayakan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian setempat.

Upaya yang dilakukan pada Program Makmur, antara lain penyuluhan cara mengelola budidaya tanaman serta pemberian informasi mengenai budidaya pertanian, digital farming, dan mekanisme pertanian. Lalu, para petani juga diedukasi terkait akses permodalan, perlindungan risiko, serta jaminan pasar.

Pemerintah RI juga menaruh fokus kepada sektor pertanian, baik secara fiskal dan moneter. Wamenkeu mengatakan bahwa Kementrian Keuangan telah mengalokasikan APBN sebesar Rp 192 triliun untuk sektor pertanian di tahun 2021. Sedangkan secara fiskal, pemerintah memberikan bantuan pajak dan sosial yang kepada petani dan nelayan sebesar masing-masing Rp 25,4 triliun dan Rp 38 triliun. Pemerintah juga menyediakan subsidi pupuk senilai Rp 43 triliun.

Baca Juga  SMV Kemenkeu Sepakati Penjaminan Bersama

 

Penulis Adalah Mahasiswi Universitas Indonesia, Fakultas: Ekonomi dan Bisnis, Jurusan: Ilmu Ekonomi, Angkatan: 2020

* Informasi yang disampaikan dalam Artikel ini Sepenuhnya merupakan Tanggung Jawab Penulis

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *