in ,

“Tips” Perencanaan Keuangan Resepsi Pernikahan

Tips Perencanaan Keuangan Resepsi Pernikahan
FOTO: IST

“Tips” Perencanaan Keuangan Resepsi Pernikahan

Pajak.com, Jakarta – Beberapa waktu lalu jurang resesi pada tahun 2023 menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, hal tersebut tidak perlu menjadi alasan untuk menyurutkan niat menikah di tahun ini. Baik resesi maupun resepsi, seharusnya 2 hal tersebut dapat dihadapi dengan baik jika direncanakan dengan matang. Bagi yang sudah merencanakan ingin menikah dari tahun-tahun sebelumnya, tidak perlu panik karena dengan perencanaan yang baik, semuanya akan lebih mudah untuk diwujudkan.

Dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, berikut tips mempersiapkan perencanaan keuangan menyelenggarakan resepsi pernikahan.

1. Disiplin menabung dan berinvestasi

Dalam merencanakan momen bahagia, pasti membutuhkan perencanaan yang matang dan kesiapan finansial. Anda dapat mempersiapkannya dengan menyisihkan sebagian porsi dari pendapatan secara konsisten untuk dana pernikahan. Untuk memudahkan, Anda bisa menentukan nominal dana yang ingin dicapai dan jumlah uang yang harus disisihkan setiap bulannya.

Kegiatan ini dapat diiringi dengan berinvestasi, dengan cara memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu yang Anda miliki. Sebagai contoh, jika memiliki target menikah lima tahun mendatang, Anda dapat memilih produk saham. Namun, jika target menikah dalam waktu dua tahun, Anda dapat memanfaatkan produk yang relatif aman seperti reksa dana pasar uang.

Baca Juga  5 Dokumen Penting yang Harus Disimpan setelah Akad KPR

Sedangkan, jika target menikah adalah setahun ke depan, Anda tidak disarankan menggunakan produk investasi yang berisiko, lebih baik menyimpan dana Anda pada tabungan atau deposito.

2. Membentuk keterbukaan finansial

Selanjutnya adalah bersikap terbuka mengenai kondisi finansial dari masing-masing individu. Untuk menuju kehidupan rumah tangga, banyak hal yang harus dikomunikasikan dan dikompromikan, kondisi ekonomi salah satunya. Lakukan pembahasan mulai dari aset yang dimiliki sampai dengan beban finansial seperti utang, sangat perlu dibahas dengan sebenar-benarnya.

Dengan membahas aspek ini, diharapkan Anda dan pasangan dapat saling memahami kondisi finansial satu sama lain, sehingga akan memudahkan kalian dalam mempertimbangkan dan berkompromi mengenai berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk rangkaian acara pernikahan.

3. Mengurutkan persiapan berdasarkan prioritas

Tidak dapat dipungkiri, salah satu godaan di era media sosial seperti saat ini adalah gengsi memuaskan diri. Saat ini sedang ramai perbincangan mengenai nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dan pesta resepsi. Menikah di KUA bisa menjadi alternatif jika Anda ingin pernikahan yang sederhana, sehingga bisa fokus mempersiapkan dana selanjutnya untuk kehidupan rumah tangga.

Baca Juga  Apa Saja yang Dibahas Jokowi dan Elon Musk di Bali?

Sementara pesta pernikahan seringkali dianggap sebagai momen sakral yang perlu dirayakan sebagai tanda syukur. Sejatinya, tidak ada yang salah dengan kedua pilihan tersebut. Namun, yang terpenting adalah sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Pesta pernikahan juga tidak selalu mewah dan meriah, Anda tetap bisa menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan sederhanaDalam hal ini, diperlukan daftar prioritas dari yang paling mendasar. Mengalokasikan dana pun menjadi lebih optimal jika mempunyai daftar kebutuhan berdasarkan prioritas.

4. Menentukan anggaran

Setelah membuat list kebutuhan berdasarkan prioritas, pastikan Anda bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Langkah selanjutnya yaitu mengalokasikan anggaran tersebut. Penting sekali membuat anggaran yang realistis atau sesuai dengan kemampuan finansial.

Hindari memaksakan diri dengan berutang atau menghabiskan seluruh tabungan untuk sebuah pesta resepsi. Ingat pernikahan bukan semata acara resepsi, Anda dan pasangan perlu memiliki dana yang cukup untuk menjalani kehidupan rumah tangga, jadi tentukan anggaran pernikahan dengan bijak.

Baca Juga  Bangun “Family Office”, Luhut Ingin Jadikan Bali sebagai Tempat Orang Kaya Dunia Simpan Uang Tanpa Dipajaki

5. Membahas tanggung jawab biaya

Mengenai besaran biaya yang perlu dikeluarkan dan siapa yang akan bertanggung jawab membiayai pernikahan, tentu harus dibicarakan sejak awal. Meskipun banyak tradisi yang mengatur hal ini, namun di zaman modern seperti sekarang ini sudah banyak keluarga yang saling berkompromi untuk menanggung biaya pernikahan bersama-sama.

Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang baik, mengingat pernikahan bukan hanya perjanjian antar mempelai tetapi juga mengikat dua keluarga besar.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *