in ,

Tiga Rekomendasi Saham di Bulan Imlek

Tiga Rekomendasi Saham di Bulan Imlek

Pajak.com, Jakarta – Mengiringi suka cita Hari Raya Imlek, Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun masih menunjukkan penguatan. Optimisme para analis berangkat dari proyeksi Bloomberg terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 1,1 persen pada kuartal I/2021 dan 8,0 persen pada kuartal II/2021. Mereka meramalkan pemulihan ekonomi akan mengisi tahun kerbau emas ini. Lantas, apa saja rekomendasi saham di awal tahun?

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya mengatakan, Mirae Asset Sekuritas menjagokan saham-saham dari rumah sakit, layanan komunikasi, tambang nikel, dan perbankan.

“Mirae memiliki beberapa top picks. Rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Kami menyukai MIKA dan HEAL karena menurut kami ada potensi peningkatan pendapatan,” kata Hariyanto, (11/2).

Baca Juga  Indonesia Jadi Presidensi AVA, Pemulihan Ekonomi

Hasil analisis Mirae Asset Sekuritas itu berdasarkan catatan jumlah tempat tidur MIKA yang dialokasikan untuk Covid-19 meningkat menjadi 1.181 unit pada Januari 2021, dari yang sebelumnya 495 unit pada September 2020. Proporsi tempat tidur di MIKA meningkat dari 38 persen pada Januari 2021 dari yang sebelumnya hanya meningkat 16 persen pada September tahun lalu.

Lalu, kita tengok peningkatan HEAL. Di sana, jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 meningkat menjadi 1.700 unit pada Januari 2021 dari yang semula hanya 400 unit. Proporsi tempat tidur melonjak dari 8 persen menjadi 35 persen di Januari tahun ini.

Jagoan saham yang ketiga berasal dari sektor layanan komunikasi, yakni PT Link Net Tbk (LINK). Menurut Hariyanto, tiga emiten jagoan tadi menggantikan saham-saham yang sempat menarik investor, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Baca Juga  BKF: Kebijakan Fiskal Kuat, Jalur Ekonomi Tepat

“Melihat hubungan IHSG dan PDB  (produk domestik bruto) secara historis pada krisis keuangan global 2008. Kami yakin IHSG akan tetap di tren kenaikkan karena investor melihat ke depan,” kata Hariyanto.

Hal senada juga diyakinkan oleh Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Fajrin Noor Hermansyah. Ia memproyeksikan di tahun 2021 menunjukkan adanya potensi pertumbuhan 17 persen.

“Pasar saham dapat terus bergerak positif dengan target Indeks Harga Saham Gabungan akhir tahun pada 6.880,” kata Fajrin.

Kinerja Mirae Asset Sekuritas sendiri mengalami peningkatan di tengah pandemi tahun 2020 lalu. Nilai transaksi sekuritas ini mencapai Rp 410 triliun atau meroket 97 persen dibandingkan tahun 2019. Alhasil, Mirae Asset Sekuritas menjadi perusahaan efek terbesar dari sisi nilai transaksi saham di dalam negeri.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *