in ,

Mirae Asset Sekuritas: Transaksi Saham Meroket 97 Persen

Saham

Pajak.com, Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menargetkan transaksi saham nasabahnya naik 17 persen dari tahun lalu atau sebesar Rp 410 triliun. Tumbuhnya nilai transaksi juga selaras dengan target penambahan nasabah baru, yakni sebesar 5 persen dari 42.000 nasabah di tahun 2020. Sejumlah strategi pun disusun. Apa saja?

Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Fajrin Noor Hermansyah mengatakan, meningkatnya target itu akan didukung oleh inovasi yang bermuara pada kualitas layanan nasabah.

“Salah satunya adalah penambahan kantor perwakilan. Untuk Mirae Asset Sekuritas, kantor perwakilan merupakan asset perusahaan yang sangat penting dan hingga saat ini berkontribusi signifikan untuk perusahaan. Tahun ini kami targetkan penambahan beberapa kantor perwakilan baru dari yang sudah ada 28 kantor perwakilan,” kata Fajrin dalam konferensi pers virtual, pada Kamis Siang (11/2).

Baca Juga  Pemulihan Berlanjut, IHSG Diprediksi Level 7.600 di 2022

Di Tahun lalu, nilai transaksi Rp 410 triliun menjadikan Mirae Asset Sekuritas

menjadi perusahaan efek terbesar dari sisi nilai transaksi saham di dalam negeri. Nilai transaksi Rp 410 triliun itu meroket 97 persen dibandingkan tahun 2019. Sepanjang Januari 2021 saja nilai transaksi perusahaan sudah mencapai Rp 105 triliun.

“Tujuannya upgrade kantor perwakilan itu adalah meningkatkan kenyamanan nasabah mencari informasi dan mendapatkan edukasi pasar modal secara lebih baik, serta dapat bertransaksi dengan lebih nyaman,” jelasnya.

 Edukasi Investasi

Fajrin mengungkapkan, kini investor di pasar modal semakin haus akan informasi. Oleh karena itu, perusahaan akan memperluas dan meningkatkan kualitas edukasi melalui media sosial.

Baca Juga  Tiga Rekomendasi Saham di Bulan Imlek

“Peningkatan layanan di kantor perwakilan, menjadi proses yang harus ditingkatkan kualitasnya untuk mendukung akuisisi, edukasi, dan transaksi nasabah dengan lebih baik lagi. Contoh edukasi menggunakan video atau kartun,” katanya.

Untuk menarik investor, Mirae Asset Sekuritas menggelar lomba trading saham on-line terbesar bernama HOTS Championship 3, dengan hadiah Rp 500 juta. Nilai hadiah ini dua kali lebih besar dibandingkan kuartal IV/2020 lalu.

“Kompetisi rutin kuartalan itu diharapkan dapat menggugah lebih banyak investor untuk lebih aktif bertransaksi,” harap Fajrin.

Sebagai informasi, HOTS Championship 3 baru dimulai pada 8 Agustus 2021 mendatang. Akan tetapi, pendaftarannya sudah dibuka sejak awal tahun.

Fajrin mengatakan, kompetisi itu merupakan momentum investor ritel mempraktikkan keterampilan investasi. Sebab teori investasi perlu diimplemensikan secara riil untuk mengukur kemampuan mencetak keuntungan.

“Kompetisi ini bisa mengedukasi nasabah dengan analisis-analisis dari tim Mirae Asset Sekuritas serta menularkan ilmu nasabah yang tradingnya sukses kepada nasabah lain. Mirae Asset Sekuritas menyadari bahwa inklusi keuangan Indonesia memiliki potensial pertumbuhan signifikan dalam waktu beberapa tahun ke depan,” yakin Fajrin.

Baca Juga  BSI Masuk 10 Besar Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar

Selain itu, ia yakin tahun kerbau logam ini akan membawa harapan pemulihan ekonomi seiring dengan hadirnya vaksin di tanah air.

“Pasar saham dapat terus bergerak positif dengan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir tahun pada 6.880. Dengan kata lain, menunjukkan adanya potensi pertumbuhan 17 persen dari posisi akhir 2020,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0