Menu
in ,

Pemerintah AS dan Pelaku Uang Kripto Bahas Stablecoin

Pemerintah AS dan Pelaku Uang Kripto Bahas Stablecoin

FOTO: IST

Pajak.comWashington – Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) bertemu dengan sejumlah pelaku industri cryptocurrency pada pekan ini untuk membahas risiko dan manfaat yang ditimbulkan oleh Stablecoin. Betapa tidak, pembuat kebijakan Washington khawatir dengan pasar cryptocurrency yang berkembang pesat melampaui rekor hingga 2 triliun dollar AS pada April lalu.

Bahkan, berdasarkan data dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Stablecoin mencapai sekitar 125 miliar dollar AS pada Jumat (10/9). Namun, hingga kini tidak jelas peraturan keuangan mana yang berlaku untuk produk yang relatif baru ini. Stablecoin sejatinya merupakan mata uang kripto yang didesain agar pergerakannya tidak sebergejolak mata uang kripto lain. Caranya, dengan mematok harga dari mata uang digital tersebut menggunakan aset cadangan yang harganya lebih stabil, seperti dollar AS, Euro, atau emas.

Sederhananya, Stablecoin berusaha memberikan yang terbaik dari kedua dunia: stabilitas mata uang tradisional yang didukung pemerintah, serta privasi dan kenyamanan yang ditawarkan oleh transaksi kripto. Regulator keuangan AS sedari Juli lalu bekerja untuk memahami risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh mata uang kripto ke sistem keuangan tradisional AS, dan berencana mengeluarkan sejumlah laporan tentang masalah ini dalam beberapa bulan mendatang.

Sejak Juli lalu, Kelompok Kerja Presiden untuk Pasar Keuangan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyatakan bahwa pemerintah AS harus bergerak cepat untuk membahas dan menetapkan kerangka peraturan untuk Stablecoin. Dari dua orang sumber yang dikutip dari Reuters mengatakan, dalam pertemuan minggu ini, yang salah satu rapatnya telah diadakan pada Jumat lalu, para pejabat bertanya apakah Stablecoin akan memerlukan pengawasan langsung jika mereka menjadi sangat populer.

Kemudian, mereka juga membahas bagaimana regulator harus berupaya mengurangi risiko terlalu banyak orang yang mencoba menguangkan Stablecoin mereka pada saat yang sama, dan apakah Stablecoin utama harus didukung oleh aset tradisional.

Di samping itu, salah seorang pejabat juga bertanya tentang bagaimana Stablecoin harus disusun, bagaimana mereka dapat digunakan, apakah kerangka peraturan saat ini cukup, serta masalah keamanan dan kesehatan lainnya. Pejabat keuangan juga dilaporkan telah bertemu awal pekan ini dengan sekelompok bank dan serikat kredit atau untuk membahas masalah serupa.

Pejabat keuangan tampaknya mengumpulkan informasi dan tidak membagikan pemikiran mereka tentang bagaimana Stablecoin harus diatur, kata sumber tersebut. Informasi yang dikumpulkan pada pertemuan minggu ini kemungkinan akan membantu membentuk laporan Kementerian Keuangan AS yang luas tentang Stablecoin.

Kelompok Kerja Presiden AS pun disebut-sebut berencana mengeluarkan rekomendasi Stablecoin pada Desember 2021, dan konsensus sedang dibangun di antara regulator yang terlibat, sekaligus tinjauan dari Financial Stability Oversight Council (FSOC).

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Departemen Keuangan AS John Rizzo mengatakan, pihaknya sedang memeriksa potensi manfaat dan risiko Stablecoin bagi pengguna, pasar, atau sistem keuangan.

“Seiring pekerjaan ini berlanjut, Departemen Keuangan bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk advokat konsumen, anggota kongres, dan pelaku pasar,” tambahnya.

Pembuat kebijakan Washington khawatir kenaikan mata uang yang dioperasikan secara individual dapat merusak kendali mereka terhadap sistem keuangan dan moneter bank sentral, meningkatkan risiko sistemik, meningkatkan kejahatan keuangan, dan merugikan investor. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), Federal Reserve dan Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) juga sedang mengerjakan proyek mata uang kripto.

Leave a Reply