Menu
in ,

Melchor Luncurkan “Crypto Utility” untuk Valuasi Karbon

Melchor Luncurkan “Crypto Utility” untuk Valuasi Karbon

FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – PT Melchor Tiara Pratama (Melchor Group) segera meluncurkan crypto utility Rantai Oxygen Indonesia (ROXI) atau semacam crypto currency (uang kripto) untuk memvaluasi karbon. Inovasi yang akan diluncurkan sekitar pertengahan September 2021 ini merupakan upaya perusahaan untuk melestarikan lingkungan dengan menggunakan teknologi digital.

Chief Executive Officer (CEO) Melchor Group Peter F Gontha menjelaskan, dengan diluncurkan crypto utility ROXI yang telah membangun sistem terintegrasi untuk pencatatan sertifikasi serapan karbon dari lahan hutan, mangrove, maupun gambut.

“Ini kita sebut crypto utility, namanya ROXI. Tapi bukan merupakan alat bayar atau yang sering disebut crypto currency. Crypto Utility ROXI adalah bagian dari upaya pelestarian lingkungan dengan pendekatan ekonomi dan teknologi digital. Jadi ROXI ini memang menggunakan teknologi mekanisme tokenisasi berbasis blockchain,” jelas Peter dalam keterangan tertulis yang dikutip Pajak.compada (12/9).

Sekali lagi, eks Duta Besar Indonesia untuk Polandia ini menegaskan, kripto ini bukan bersifat virtual meski berwujud digital dan juga bukan sebagai alat transaksi atau alat bayar. Kripto yang ia ciptakan berguna untuk membeli perdagangan karbon. Sebagai informasi, perdagangan karbon adalah kegiatan jual dan beli sertifikat penilaian emisi karbon dari negara maju kepada negara yang dinilai berhasil mengurangi emisi karbon.

“Penjual sertifikat emisi karbon dalam hal ini biasanya dilakukan oleh negara-negara yang memiliki hutan yang luas sebagai penyerap karbon. Sementara itu pembelinya adalah negara maju dan industri-industri besar,” jelas eks Vice President American Express Bank untuk Asia ini.

Menurut Peter, sejumlah emisi karbon yang dapat dijual belikan diantaranya, yakni karbon dioksida (CO2), metana (CH4), hidrofluorokarbon (HFCs), perfluorokarbon (PFCs), nitrat oksida (N20), dan sulfur heksafluorida (SF6).

Secara teknis, platform ROXI nantinya akan dihadirkan kepada masyarakat dengan berbasis token dan dapat diuangkan dari perdagangan itu.

“Dengan demikian mereka tidak perlu lagi menebang-nebang kayu, mereka bisa turut andil dalam merestorasi, menjaga, menanam kembali hutannya,” tambah Peter.

Dengan sistem itu, Melchor Group menghadirkan gagasan baru tentang penghitungan restorasi hutan, penyerapan, perhitungan, serta perdagangan karbon yang sesuai dengan kompatibilitas dan Standar Nasional Indonesia (SNI). .

“Ini hal baru dan pertama di dunia di mana crypto utility ini akan sejalan dengan teknologi perhitungan serapan karbon yang dikembangkan oleh Jejak.in, anak perusahaan dari Melchor Group. Indonesia memiliki potensi penyerapan karbon terbesar di dunia. Potensi itu tersimpan di hutan hujan, hutan mangrove, dan lahan gambut. Semua ini merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia yang belum divaluasi secara eksponensial. Inilah inti kekuatan ekonomi hijau Indonesia,” jelas pendiri RCTI dan SCTV ini.

Peter mengutip data World Wide Fund for Nature (WWF), bahwa hutan merupakan rumah bagi lebih dari setengah spesies tumbuhan dan hewan di dunia. Mereka memiliki peran penting untuk dimainkan dalam memerangi pemanasan global. Lebih dari 1 miliar orang bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka. Dari jumlah itu, sekitar 300 juta orang benar-benar tinggal di hutan.

Dengan demikian, apabila bisnis yang dirintis Melchor Group berhasil, Indonesia menjadi pionir sistem kripto berbasis karbon di dunia.

“Ini bukan hanya soal restorasi ekologi, namun juga menyejahterakan masyarakat. Selain itu menjadi bagian dari upaya untuk ikut berperan mendampingi pemerintah dalam memberantas kemiskinan,” kata Peter.

Sejatinya, komitmen itu juga sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen di tahun 2030.

“Tidak 29 persen upaya kami yang menurunkan emisi karbon, namun dengan adanya ROXI ini kami bisa ikut menurunkan sekitar 10 persen sampai 15 persen emisi karbon,” yakin Peter.

Leave a Reply