in ,

Jokowi Resmikan Pabrik Pipa Asal Belanda di KIT Batang

Jokowi Resmikan Pabrik Pipa
FOTO: IST

Jokowi Resmikan Pabrik Pipa Asal Belanda di KIT Batang

Pajak.com, Jawa Tengah – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama (groundbreaking) pabrik pipa milik PT Wavin Manufacturing Indonesia (Wavin), di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, (3/10). Jokowi resmikan pabrik pipa asal Belanda di KIT Batang berharap, kehadiran produsen pipa asal Belanda ini dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar global.

“Hari ini kita akan groundbreaking pabrik pipa Wavin, yang juga nantinya selain untuk kebutuhan di dalam negeri, juga akan diekspor ke negara-negara Asia Pasifik, Australia, dan juga sebagian kembali lagi ke Eropa. Kalau dulu, sebelumnya kita impor, setelah pabrik Wavin ini jadi, impornya sudah tidak ada lagi,” ujar Jokowi.

Ia menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan Wavin untuk berinvestasi di Indonesia, meskipun di tengah situasi dunia yang dilanda krisis finansial. Masuknya investasi Wavin di Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja menteri investasi ke Den Haag, Belanda, pada November 2020 lalu.

Hingga akhirnya, Indonesia menjadi negara pertama lokasi investasi Wavin di Asia Tenggara. Pabrik Wavin di KIT Batang akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dengan rencana nilai investasi sebesar 100 juta dollar AS-125 juta dollar AS dan membuka lapangan pekerjaan bagi 500 tenaga kerja Indonesia. Pabrik ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada 2024.

Baca Juga  Anggota G20 Implementasikan 2 Pilar Pajak Global

“Sekali lagi, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wavin yang sudah memberikan kepercayaannya. Dan, juga Orbia (perusahaan induk Wavin) yang sudah memberikan kepercayaannya kepada Indonesia, karena tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari sebuah investasi. Begitu sebuah negara sudah dicap tidak baik untuk investasi, enggak akan ada yang mau datang ke negara kita,” kata Jokowi.

Ia juga mengungkapkan, di KIT Batang, sudah ada 10 perusahaan yang tengah dalam proses konstruksi, diantaranya pabrik baterai mobil listrik, pabrik kaca terbesar di Asia Tenggara, dan pabrik alat kesehatan.

“Investasi-investasi tersebut akan memberikan nilai tambah, menciptakan lapangan pekerja, dan mendatangkan penerimaan negara serta cadangan devisa. Inilah saya kira hal-hal yang terus akan kita kejar, investasi apapun. Karena itu, sekali lagi, akan menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, kemudian pajaknya bisa menambah penerimaan negara dan juga cadangan devisa kita. Dan, yang paling penting akan men-trigger pertumbuhan ekonomi di negara kita,” ujar Jokowi.

Baca Juga  Penerimaan Positif, Modal Hadapi Ketidakpastian Global

Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pembagunan KIT Batang memiliki dua tahap pembangunan, tahap I dibangun seluas 450 hektare, sementara tahap II 1.000 hektare.

“Kawasan industri Batang ini 450 hektare sudah terpenuhi semua, kemudian 1.000 hektare tahap II juga sudah penuh. Selain Wavin, ada LG, Foxconn (Hon Hai Precision Industry Co), kemudian beberapa perusahaan-perusahaan lain, itu laporan dari KIT Batang tadi malam sudah mencapai 1.200 hektar yang existing sekarang,” ungkap Bahlil.

Secara spesifik, ia menyampaikan, produk Wavin nantinya akan menjadi substitusi impor pipa Indonesia yang saat ini mencapai 80 persen.

“Tadinya (Wavin) ini mau ke negara lain, salah satu di antaranya ke Vietnam tapi kita kasih tawaran yang baik, alhamdulillah mereka bisa hadir untuk groundbreaking pada hari ini,” kata Bahlil.

CEO Orbia Sameer Bharadwaj menyampaikan rasa sukacitanya atas masuknya Orbia ke Indonesia bersama Wavin. Ia mengakui, Indonesia merupakan negara yang indah dengan populasi yang besar, yakni 270 juta orang serta potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa.

“Indonesia merupakan titik stabil untuk melakukan investasi, khususnya di Kawasan Asia Tenggara. Saya sangat berterima kasih kepada menteri investasi yang terhormat atas dukungan luas yang telah diberikan kepada kami, karena kami telah mempersiapkan investasi ini,” ucap Sameer

Baca Juga  Kenaikan PPN Tambah Penerimaan Negara Rp 13,95 T

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, banyaknya investasi yang saat ini sudah masuk ke Jawa Tengah adalah bukti kepercayaan investor kepada Indonesia. Ia memastikan, Jawa tengah akan mempermudah investasi yang akan masuk, khususnya birokrasi perizinan. Sebab sejatinya, investasi memiliki efek ganda, antara lain meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan.

“Kita senang sekali di tengah situasi ekonomi yang lagi sulit, ternyata kepercayaan investor cukup bagus dan masuk di Batang, Jawa Tengah. Menurut saya itu menunjukkan kepercayaan Indonesia di kancah luar, bahwa kita negara yang siap dalam situasi apa pun dan kondusif, sehingga investasi masuk,” kata Ganjar.

Dalam groundbreaking ini turut hadir pula, antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambertus Christiaan Grijns, serta Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *