in ,

Insentif Fiskal Untuk Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua

Bakir menjelaskan, proyek besar ini sangat membutuhkan dukungan pemerintah, antara lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi, tax holiday, serta penentuan lokasi di Kawasan BP Tangguh. Lokasi proyek yang berada di Papua Barat ini merupakan salah satu kontribusi Pupuk Indonesia dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur. Bakir juga mengatakan, saat ini PT Pupuk Indonesia juga tengah memulai proyek pabrik amoniak-urea Pusri 3B di Palembang, yang diharapkan akan  beroperasi pada tahun 2024.

Senada dengan Bakir, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menegaskan pihaknya siap menjadi pelaksana proyek di Papua Barat. ia berharap dukungan semua pihak sehingga program investasi yang sudah direncanakan ini dapat terlaksana dengan baik.

Rahmad menyampaikan, persiapan lahan di Teluk Bintuni akan dilakukan tahun 2022 untuk selanjutnya dilakukan rekonstruksi pabrik pada 2023. Jika sesuai rencana, maka pabrik tersebut bisa mulai beroperasi pada 2026 mendatang.

Menurut Rahmad, pabrik Bintuni diperkirakan memiliki kapasitas produksi metanol 1 juta ton, urea 1,1 juta ton. Ke depan Pupuk Kaltim akan memproduksi sendiri urea dan amonia di pabrik tersebut, sementara produksi metanol masih mempertimbangkan untuk kebutuhan mencari mitra.

Rahmad menyampaikan, sektor pertanian saat ini di Indonesia Timur masih belum berkembang, tetapi tetap memiliki potensi di beberapa daerah, misalnya food estate di Kalimantan, Merauke, hamparan pertanian yang cukup luas di Manokwari, dan lumbung pangan di Sulawesi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *