in ,

Ini Dia Manfaat dan Risiko Asuransi “Unit Link”

Manfaat dan Risiko Asuransi Unit Link
FOTO: IST

Ini Dia Manfaat dan Risiko Asuransi “Unit Link”

Pajak.com, Jakarta — Mungkin, Anda termasuk kelompok yang kerap menerima tawaran produk-produk keuangan dari tenaga pemasar suatu lembaga keuangan. Salah satu yang paling sering ditawarkan belakangan ini adalah produk asuransi unit link. Namun, berbagai pihak masih menganggap negatif produk asuransi yang satu ini. Sejatinya, bagaimana manfaat dan risiko asuransi unit link?

Dalam dunia asuransi, unit link merupakan terobosan baru yang dinilai bisa menguntungkan dua belah pihak yakni perusahaan sebagai penanggung asuransi dan nasabah sebagai tertanggung asuransi. Tren penggunaan unit link juga terus meningkat.

Sebagai catatan, produk unit link dalam 10 tahun terakhir berhasil tumbuh 10 ribu persen sementara asuransi konvensional hanya tumbuh 380 persen. Dibalik pertumbuhan tersebut, asuransi unit link dibayangi persepsi negatif. Pasalnya, tidak sedikit nasabah unit link dari perusahaan asuransi ternama yang merasa kecewa dan dirugikan, sebab polis asuransinya dianggap tidak memberikan manfaat sesuai yang dijanjikan.

Manfaat Asuransi Unit Link

Mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membeli produk unit link ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung diraih. Artinya, Anda dapat memiliki dua keuntungan sekaligus saat mendaftar sebagai nasabah unit link. 

Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah pundi-pundi penghasilan.
Hal ini karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Jadi, unit link adalah jenis asuransi yang mengkombinasikan asuransi permanen (whole life) dengan produk investasi. Dengan kelebihannya tersebut, tak heran banyak masyarakat yang tertarik membeli produk unit link ketimbang produk asuransi tradisional yang hanya fokus menjual proteksi.

Baca Juga  Bappebti Bentuk Komite Aset Kripto, Apa Tugas dan Fungsinya?
Risiko Asuransi Unit Link

OJK menegaskan, masyarakat tidak lantas terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk ini. Sebab, sebagaimana produk investasi lainnya, unit link juga tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.Di samping itu, Anda sebaiknya lebih dahulu membandingkan mana yang lebih baik, membeli satu paket proteksi dan investasi sekaligus (unit link) atau membelinya secara terpisah—produk proteksi sendiri, dan produk investasi sendiri.Salah satu kekurangan unit link yakni Anda tidak dapat melacak kemana dana tersebut diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. Selain itu, produk unit link juga kurang memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk menghentikan investasinya ketika mengalami kesulitan finansial.

Sebaliknya, dengan mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya, tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya.
Baca Juga  Bahlil: Kepemilikan Saham Mayoritas Freeport Permudah Kebijakan Hilirisasi

Sederhananya, jangan berharap akan meraih investasi optimal di lima tahun pertama melalui asuransi ini. Pasalnya, di periode tersebut, hasil investasi kita akan dikurangi dengan biaya akuisisi. Bahkan, ada produk asuransi unit link yang membebankan biaya akuisisi kepada nasabah hingga 41 persen dari setoran premi asuransi untuk lima tahun pertama.

Sayangnya, informasi penting tentang risiko investasi maupun biaya-biaya yang timbul dari pembelian unit link sering kali tidak diketahui oleh nasabah. Kerap dijumpai, tenaga pemasar yang tidak memberikan cukup penjelasan kepada nasabah mengenai cara kerja investasi dalam unit link.

Para tenaga pemasar ‘nakal’ ini umumnya hanya menjelaskan skema keuntungan dari investasi unit link saja, tanpa menerangkan bahwa ada risiko pada tipe unit link tertentu.

Tip Asuransi Unit Link

Nah, agar tidak merasa ‘terjebak’ ketika memutuskan membeli produk unit link, berikut tips yang diutarakan oleh pihak Manulife Financial. Pertama, pilih jenis unit link yang sesuai dengan profil pribadi kita.

Misalnya, nasabah konservatif jangan memilih unit link dana saham yang berisiko tinggi. Sebaliknya, nasabah agresif jangan memilih unit link pendapatan tetap yang memberi imbal hasil rendah.

Kedua, belilah unit link dari perusahaan asuransi yang sehat, besar, dan terpercaya. Selain itu, pelajari juga track record perusahaan tersebut dalam membayar klaim nasabah apakah mudah atau malah dipersulit.

Ketiga, pelajari dengan saksama ilustrasi produk unit link yang dibuat oleh agen asuransi. Jangan ragu sedikitpun untuk menanyakan jika merasa kurang jelas atau tidak paham.
Selain itu, pastikan agen memiliki lisensi atau sertifikat sebagai agen penjual unit link yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Hanya agen yang memiliki sertifikat ini yang berhak menawarkan produk unit link kepada konsumen.

Keempat, cermati komponen biaya yang diberlakukan perusahaan asuransi penerbit unit link. Sebagai gambaran, jika Anda membeli reksa dana langsung ke manajer investasi akan dikutip fee pengelolaan dana sekitar 2 persen, maka ketika membeli unit link dari perusahaan asuransi, Anda akan dikenakan fee dua kali—untuk membayar perusahaan asuransi dan membayar si manajer investasi.

Baca Juga  BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Pengelolaan Dana Investasi Capai Rp 812 T

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *