in ,

Faktor dan Indikator Daya Beli Masyarakat

Faktor dan Indikator Daya Beli Masyarakat
FOTO: IST

Faktor dan Indikator Daya Beli Masyarakat

Pajak.com, Jakarta – Anda mungkin kerap mendengar berita resesi ekonomi yang melanda dunia. Tak dapat dimungkiri, turunnya daya beli masyarakat adalah dampak dari kondisi ekonomi tersebut. Sebenarnya, ada berbagai faktor dan indikator yang bisa menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan kondisi tersebut juga dapat diukur menggunakan beberapa indikator.

Lantas, faktor apa saja yang memengaruhi daya beli masyarakat beserta cara bagaimana mengukurnya? Dikutip dari laman ocbcnisp.com, berikut ulasan lengkapnya.

Daya beli masyarakat sendiri dapat diartikan seberapa tinggi tingkat kemampuan konsumen atau masyarakat luas dalam membeli serta mendapatkan barang yang mereka butuhkan.

Berdasarkan kemampuan tersebut, permintaan dibagi menjadi beberapa macam, yaitu permintaan efektif (konsumen mampu dan mau membeli suatu produk), permintaan absolut (konsumen memiliki minat terhadap produk, tapi tidak mampu membelinya), dan permintaan potensial (Konsumen bisa saja membeli suatu produk, tapi mereka belum melakukannya).

Melihat hal tersebut, daya beli masyarakat merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi penentuan target penjualan bagi para pelaku usaha berskala kecil, menengah ataupun besar.

Faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat

Setelah Anda mengetahui pengertian dari daya beli masyarakat, berikut faktor apa saja yang memengaruhi daya beli masyarakat.

  • Perubahan harga

Faktor penentu daya beli masyarakat adalah harga barang serta jasa. Kemampuan daya beli masyarakat akan cenderung menurun ketika harga-harga produk dan jasa mengalami kenaikan. Namun kebalikannya, kemampuan beli masyarakat nantinya akan meningkat apabila harga-harga tersebut menurun. Itulah sebabnya, cobalah untuk melihat harga barang yang dijual di pasaran untuk bisa mengetahui kemampuan daya beli masyarakat.

  • Inflasi
Baca Juga  Berikut Aturan Terbaru BEI untuk Mendorong “Unicorn” IPO

Apa pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat? Inflasi sendiri merupakan kondisi ketika harga barang secara umum terus-menerus meningkat. Pada keadaan ini, nilai mata uang menurun secara terus menerus. Beberapa penyebab inflasi adalah karena jumlah kebutuhan yang meningkat tapi stoknya terbatas.

Alasan lainnya karena biaya produksi atau jasa naik, serta jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi. Jika inflasi tidak dikendalikan, penurunan daya beli masyarakat adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari

  • Pendapatan riil masyarakat

Pendapatan riil adalah jumlah pemasukan setelah disesuaikan dengan perubahan harga. Setiap tahunnya, harga barang cenderung mengalami peningkatan. Saat pendapatan riil bertambah, seseorang bisa membeli barang dan jasa lebih banyak dari biasanya. Itulah pentingnya penyesuaian antara pendapatan dengan kenaikan harga barang dan jasa di pasar, karena bisa saja pendapatan dan harga mengalami peningkatan secara bersamaan. Dengan demikian, pendapatan yang meningkat tidak berarti diikuti dengan naiknya kemampuan beli masyarakat.

  • Nilai tukar mata uang

Nilai tukar pada mata uang yang meningkat pada suatu negara bisa memengaruhi harga barang impor jadi lebih murah sehingga daya beli masyarakat naik. Namun sebaliknya, nilai mata uang yang mengalami penurunan akan membuat harga barang akan naik dan akhirnya daya beli masyarakat berkurang. Hal ini bisa dirasakan dengan jelas saat berada di negara yang nilai mata uangnya lebih tinggi. Saat berada di sana, daya beli Anda akan berkurang dibanding saat di negara sendiri.

  • Pajak

Berkurangnya daya beli masyarakat adalah efek dari meningkatnya pajak. Pasalnya, pajak dapat menurunkan jumlah pendapatan riil. Perlu Anda ketahui bahwa pajak akan diambil dengan memotong jumlah penghasilan. Hal ini membuat perubahan nilai pajak memengaruhi pendapatan riil. Pajak yang meningkat dapat membuat konsumen mengurangi jumlah pengeluaran mereka. Padahal, daya beli masyarakat adalah kunci utama dalam mendorong kegiatan ekonomi. Itulah sebabnya, pajak yang lebih tinggi bisa membuat perkembangan ekonomi negara melambat.

  • Lapangan pekerjaan
Baca Juga  Menteri Investasi Putus Kontrak Produksi dengan PT GTI

Berkurangnya daya beli masyarakat adalah kondisi yang juga disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan. Apabila lapangan pekerjaan terbatas, hal ini akan membuat angka pengangguran bertumbuh. Pada akhirnya, kemauan masyarakat untuk membeli barang jadi berkurang akibat ketidakmampuan mereka dalam menghasilkan uang dan berbelanja.

  • Ketersediaan kredit

Barang atau jasa yang berharga dan mahal biasanya dibeli secara kredit oleh masyarakat. Jika barang tersebut memang sangat diperlukan, masyarakat bisa mencari bantuan dana dalam bentuk pinjaman uang supaya bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh sebab itu, ketersediaan kredit dari lembaga keuangan untuk perusahaan dan konsumen akan berdampak pada tingkat daya beli masyarakat. Jika bank sebagai lembaga keuangan memiliki persediaan kredit yang baik, perusahaan dan konsumen mampu berbelanja lebih banyak, sehingga daya beli pun meningkat. Lembaga keuangan akan mendapatkan keuntungan dari dana kredit berupa bunga sehingga lebih banyak uang yang nantinya bisa dibelanjakan untuk perekonomian negara.

  • Suku bunga

Suku bunga bisa berdampak besar bagi daya beli masyarakat, karena suku bunga yang naik membuat masyarakat lebih memilih untuk mengurangi belanja dengan pinjaman. Namun sebaliknya, suku bunga yang rendah akan membuat masyarakat jadi lebih mudah untuk mengajukan kredit. Alasannya, beban bunga yang harus dibayar oleh para peminjam tidak memberatkan. Dengan demikian, daya beli masyarakat pun akan meningkat.

Baca Juga  Cara Cepat Membayar Hutang Bank Ala OCBCNISP

Indikator Pengukuran Daya Beli Masyarakat

Setelah Anda mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi daya beli masyarakat, tidak ada salahnya jika Anda juga mengenal lebih jauh terkait indikator pengukuran daya beli masyarakat.

Peningkatan atau penurunan daya beli masyarakat adalah tergantung pada kondisi perekonomian. Oleh karena itu, terdapat tiga indikator yang bisa memengaruhinya.

1. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKESI)

IKESI adalah indeks pengukuran tingkat kepercayaan konsumen terkait pendapatan saat ini dibandingkan dengan enam bulan yang lalu. Indeks ini disebabkan oleh sejumlah hal yaitu ketepatan waktu saat ini untuk membeli barang tahan lama dan berapa banyak lapangan kerja yang ada.

2. Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEKE)

Indeks IEKE digunakan untuk mengukur ekspektasi konsumen terkait kondisi ekonomi beberapa bulan ke depan. Ada sejumlah aspek yang memengaruhi ekspektasi konsumen, yaitu lapangan pekerjaan, penghasilan, serta kegiatan usaha yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

3. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)

Indeks IKK adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat optimisme atau pesimisme konsumen mengenai kondisi perekonomian.

Minat konsumen yang tinggi atau rendah untuk berbelanja akan berpengaruh terhadap kegiatan industri dan bisnis dari suatu negara. Dengan demikian, angka indeks IKK yang naik menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat meningkat. Begitupun sebaliknya. Pada akhirnya, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *