in ,

BSI Fasilitasi Pameran Internasional untuk UMKM Binaan

BSI Fasilitasi UMKM Binaan
Foto: Dok.Bankbsi.co.id

BSI Fasilitasi Pameran Internasional untuk UMKM Binaan

Pajak.com, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI terus menunjukkan keseriusan dan dukungannya untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Salah satunya dengan BSI fasilitasi UMKM binaan untuk ikut dalam ajang pameran bertaraf internasional.

Direktur Retail Banking BSI Ngatari mengungkapkan, sebelum diikutsertakan dalam gelaran pameran berkelas internasional, UMKM binaan perseroan terlebih dahulu mengikuti workshop, pelatihan, hingga pendampingan. Di mana pelaku UMKM binaan BSI diedukasi tentang pengembangan produk, peningkatan kualitas produk, pemasaran, serta akses ke pembiayaan formal.

Kali ini, BSI mengikutsertakan UMKM binaannya dalam gelaran INACRAFT 2023, yang merupakan event skala internasional. Dimana tahun ini gelaran tersebut mengambil tema Jakarta International Handicraft Trade Fair 2023. Ngatari menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud keseriusan perseroan dalam membangun dan meningkatkan kapasitas UMKM yang sustain, yaitu dengan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mampu bersaing di pasar lokal dan global.

Baca Juga  Keuntungan dan Risiko Investasi pada Deposito Valas

“Selain itu, melalui ajang ini, BSI mengajak para UMKM untuk percaya diri berada di pameran nasional bersaing dari sisi kualitas, ide kreatif dan harga. Sehingga, setelah ajang ini selesai, para UMKM yang ikut dalam pameran bisa membawa insight dan rencana bisnis yang baik ke depannya,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com pada Sabtu (04/03).

Selain memfasilitasi dengan mengikutsertakan dalam pameran nasional, BSI juga terus melakukan pendampingan kepada UMKM binaan dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem UMKM yang sehat dan berdaya saing global.

“Melalui ajang pameran kerajinan nasional diharapkan terjadi business matching antara para UMKM dan pembeli. Pada akhirnya diharapkan akan membawa UMKM naik kelas,” tambahnya.

Salah satu UMKM binaan BSI yang ikut serta dalam pameran ini adalah pengrajin usaha batik dengan brand Paradise Batik. Brand tersebut menjadi yang pertama di industri batik dan satu-satunya di Indonesia yang menerima Sertifikat Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia. Pencapaian itu tak terlepas dari komitmen kuat Paradise Batik untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Selain Paradise Batik, ada pula brand Bucini Kulit dan Kilisuci Batik yang diikutsertakan BSI dalam ajang yang sama.

Baca Juga  Sri Mulyani Apresiasi Komitmen Investasi IFC 9,6 Miliar dollar AS

Ngatari juga mengatakan bahwa bukti lain keberpihakan BSI kepada UMKM adalah perseroan mendorong pelaku usaha untuk memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam pelatihan dan mendapatkan pendanaan dengan sistem syariah. Sehingga, UMKM dapat mengambil peran sebagai segmen yang berkontribusi membangun perekonomian nasional.

Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM), sekitar 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 62,55 persen dan 97,22 persen terhadap total penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Di sisi lain, untuk memperkuat UMKM, BSI pun telah melakukan sejumlah inisiatif strategis. Seperti menyediakan akses digital, optimalisasi peran aggregator dan reseller, perluasan pasar serta peningkatan sumber daya manusia (SDM), hingga mendirikan UMKM Centre BSI yang saat ini berada di 3 kota yaitu Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya dengan sekitar 1.517 UMKM binaan.

Baca Juga  Zakat Fitrah: Besaran dan Cara Bayar Lewat Aplikasi BCA

“Kinerja fundamental kami di segmen UMKM dan juga dukungan lainnya seperti mengikutsertakan dalam pameran besar harus berjalan beriringan. Dari sisi performa bisnis, penyaluran pembiayaan syariah terus mengalami peningkatan, tercatat per Desember 2022 pembiayaan BSI segmen small medium enterprise (SME) sebesar Rp 18,904 triliun dan mikro Rp 18,740 triliun atau tumbuh 97,72 persen (SME) dan 132,7 persen (mikro) secara year on year (yoy),” pungkasnya.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *