in ,

Sri Mulyani: Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan

Sri Mulyani: Kontribusi Perempuan dalam Pembangunan
FOTO: Sri Mulyani

Pajak.com, Jakarta – Kepedulian melakukan sesuatu adalah modal besar perempuan untuk membangun Indonesia. Perempuan bisa berkontribusi, salah satunya menjadi pengusaha berbasis sosial. Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara bertajuk Women & Girls: Game Changers in Development, pada Sabtu petang (6/3).

Sebagai informasi, dialog ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia. Sebelumnya, telah dijalankan program Girls Leadership Program (GLP)—pembinaan generasi muda perempuan agar memiliki kemampuan dan kontribusinya untuk mengembangkan leadership-nya.

Sri Mulyani menilai, di era saat ini perempuan bisa mengasah bakatnya menjadi pengusaha yang berdampak bagi lingkungannya. Sebab dalam jiwa pengusaha terdapat karakter kepemimpinan yang kuat. Pengusaha perempuan berpotensi memiliki manajerial yang lebih baik dan peka terhadap kebutuhan pasar.

Baca Juga  Menkeu dan Menkes G20 Berupaya Tangani Covid-19

Kuncinya, jangan takut untuk memulai dan belajar. Jangan terbelenggu oleh rasa takut dan berlindung dibalik alasan.

“Modalnya adalah mereka (perempuan) memiliki sensitifitas pada lingkungannya. Apa yang bisa saya bantu?. Itu adalah ciri leader, bukan tentang me, me, me. Kepedulian dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang membantu orang lain, karena Anda sebenarnya punya alasan untuk tidak berbuat apa-apa. Tapi kalau begitu mau jadi apa?,” kata Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Plan International Anne Birgitte Albrectsen mengatakan, belum ada negara yang benar-benar menerapkan kesetaraan gender. Perempuan sejak kecil masih menghadapi gender stereotype, baik sekolah maupun pekerjaan.

“Untuk itu, kami bekerja dengan berbagai mitra untuk terus mendorong kesetaraan dan kepemimpinan bagi anak perempuan di berbagai bidang,” kata Anne.

Baca Juga  Seberapa Efektif Implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Plan International melaporkan hasil survei, bahwa 62 persen dari 10 ribu anak dan kaum muda perempuan di 19 negara, yakin dengan kemampuan mereka untuk memimpin. Sebanyak 76 persen dari mereka pun ingin menjadi pemimpin dalam komunitas—sekolah, kantor, maupun negara.

Kendati demikian, anak perempuan di berbagai pelosok masih menghadapi berbagai hambatan untuk maju. Bahkan, Plan International mencatat masih ada 65 juta anak perempuan yang tidak bisa mengakses pendidikan. Dukungan dan investasi dari berbagai pihak menjadi vital diperlukan demi terciptanya kesempatan dan partisipasi setara bagi anak perempuan dalam pembangunan.

“Kalau saya melihat anak-anak perempuan ini yang masih sangat muda, dan mereka memiliki kepercayaan diri, dan mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang positif, saya sangat bangga. Saya berharap leaders perempuan ini akan terus mengikuti passion, cita-cita kalian. Selalu percaya apapun yang kalian hadapi, kecil atau besar, itu pernah dirasakan oleh mentor yang lain. Jangan cepat menyerah, fokus pada tujuan yang ingin kalian capai, dan memberikan yang terbaik,” kata Anne.

Baca Juga  Tarif Pajak Orang Kaya 35 Persen disetujui DPR Tingkat 1

Dialog yang diiikuti oleh dua ribu anak muda perempuan ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti; CEO Global Partnership for Education Alice Albright; dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, yaitu Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Geodipa Energi (Persero), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multi Griya Financial, dan PT Indonesia Infrastructure Finance.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0