in ,

Pendapatan BLU Capai Rp 69,6 Triliun di Tahun 2020

Pendapatan Badan Layanan Umum BLU Capai Rp 69,6 Triliun di Tahun 2020
FOTO : IST

Pajak.com, Jakarta – Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto mengungkapkan, pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) tumbuh positif mencapai sebesar Rp 69,6 triliun sepanjang tahun 2020. Capaian ini meningkat sebesar 40,2 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, yakni Rp 48,8 triliun.

“Meski pendapatan negara mengalami penurunan yang signifikan sekitar 16 persen, namun pendapatan BLU tahun 2020 mampu tumbuh positif sebesar Rp 69,6 triliun dari target Rp 50 triliun atau capaian 139 persen lebih dari target,” jelas Hadiyanto, dalam acara bertajuk “Rapat Koodinasi BLU 2021: BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi”, yang digelar secara virtual, pada (19/3).

Menurutnya, pencapaian target di tahun 2020 itu berkat sinergi bersama kementerian dan lembaga. Beberapa kebijakan yang telah dilakukan, antara lain melalui refocusing anggaran; transfer antar-BLU; simplifikasi 15 Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Baca Juga  Mengenal PNBP, Jenis dan Pertimbangan Tarif

Kendati mencapai target, Hadiyanto menilai, tahun 2021 masih merupakan tahun yang penuh tantangan. Untuk itu, kita akan tetap melakukan langkah-langkah yang extraordinary.

“BLU dituntut untuk mampu mewujudkan digitalisasi layanan dengan menggunakan ekonomi sharing, baik untuk kesehatan, virtual account, marketplace, serta pembayaran dengan digital money,” jelasnya.

Artinya, tahun 2021 BLU akan fokus mewujudkan layanan dan mengefisiensikan proses bisnis. Kebijakan ini koheren dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan penguatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Di tengah masa pandemi Covid-19 kini kehadiran BLU dituntut untuk dapat memberikan respons cepat dalam meningkatkan kegiatan dan penyediaan pelayanan yang sustainable untuk menghadapi kondisi new normal,” jelas dia.

Baca Juga  Kemenkeu tengah Evaluasi Perpanjangan Insentif Pajak

Di kesempatan yang sama, Sri Mulyani menegaskan, BLU harus mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat, terlebih dalam hal layanan kesehatan.

“Tidak boleh ada BLU yang bisnis. Saya berharap bahwa mengelola dan melayani masyarakat tidak identik dengan manajemen yang amburadul,” tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah memiliki sekitar 157 BLU, antara lain Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (kesehatan), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (pendidikan), Lembaga Pengelolaan Dana dan usaha Keolahragaan (keolahragaan), dan sebagainya.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0