Komisaris Utama Pegadaian Loto Sirinita Ginting menambahkan, penyaluran KUR Syariah di Pegadaian akan memberikan warna tersendiri dalam mengambil peran pengembangan UMKM di Indonesia.
Pegadaian mencatat, saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai sekitar 65,47 juta unit atau mencapai 99,99 persen dari total usaha yang ada di Indonesia. Secara rinci, usaha berskala besar hanya sebanyak 5.637 unit atau setara 0,01 persen, sementara sebanyak 64,6 juta unit merupakan usaha mikro atau 98,67 persen dari total UMKM di seluruh Indonesia. Kemudian, 798.679 unit merupakan usaha kecil atau sekitar 1,22 persen, sedangkan usaha menengah tercatat 65.465 unit atau 0,1 persen dari total UMKM di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya berharap, Pegadaian, sebagai lembaga penyalur KUR Syariah pertama nonbank, dapat mengembangkan amanah ini dengan baik dan tepat sasaran.
“Tahun ini Pegadaian mendapat jatah Rp 5,9 triliun untuk menyalurkan KUR supermikro dari pemerintah. Diharapkan penyaluran ini dapat membantu sekitar 1 juta pelaku usaha. Kami berharap Pegadaian terus memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan makro ekonomi nasional melalui sektor UMKM,” ujar Eddy.
Peluncuran KUR Syariah juga dihadiri oleh pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Syariah.
Kesepakatan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), yang sebelumnya dilakukan Pegadaian bersama Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu. Kemudian, FGD menetapkan, Pegadaian sebagai salah satu lembaga yang ditunjuk untuk menyalurkan KUR dengan menggunakan akad syariah.
Comments