in ,

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform

Integrated Maritime Intelligent Platform
FOTO: Dok.KKP.go.id

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform

Pajak.com, Jakarta – Untuk menyukseskan ekonomi biru dalam menjaga kesehatan laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik langkah luar biasa yang dibuat oleh KKP tersebut. Tinggal bagaimana mengoordinasikan, mengintegrasikan dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Kita bisa buat efisiensi. Kita harus betul-betul buat ini terintegrasi,” ungkapnya dalam acara peluncuran Integrated Maritime Intelligent Platform KKP, dikutip Kamis (29/09).

Luhut meyakini keberadaan Integrated Maritime Intelligent Platform memiliki pengaruh besar pada keberlanjutan ekosistem kelautan, pemberantasan illegal fishing, kedaulatan negara, hingga meningkatkan pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor KP.

Baca Juga  Presiden Jokowi Luncurkan Dana Pandemi di G20

Sementara itu, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pembangunan Integrated Maritime Intelligent Platform sebagai media terintegrasi yang menampung seluruh data dan informasi di KKP dan menjadi pusat komando untuk merespon kejadian ataupun sebagai alat pengambilan kebijakan dan keputusan.

“Saat ini KKP tengah menyiapkan roadmap ekonomi biru sepanjang masa yang dituangkan dalam 5 program prioritas untuk memastikan laut tetap sehat dan populasi biota perikanan terjaga dengan baik untuk menjaga keseimbangan alam laut demi kelangsungan hidup generasi berikutnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu program prioritas yang menjadi andalan adalah kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Untuk melindungi nelayan lokal di seluruh Indonesia pada zona penangkapan ikan terukur, KKP pun mengembangkan Command Center yang dapat mengawasi aktivitas perikanan di perairan Indonesia.

Baca Juga  Sri Mulyani: Anggaran PON XX Papua Capai Rp 10,43 T

“Penyiapan teknologi ini fokus pada pengintegrasian seluruh sistem informasi yang ada di KKP, infrastruktur, data satelit dan penyiapan SDM, serta sistem pengawasan. Ke depannya, platform ini juga akan mendukung pengawasan aktivitas pemanfaan ruang laut, yang juga menjadi baseline saya dalam membuat berbagai macam kebijakan,” tambahnya.

Sebagai informasi, Integrated Maritime Intelligent Platform dilengkapi dengan tiga fitur utama. Pertama, fitur monitoring yang memantau sebaran dan pergerakan kapal perikanan di seluruh perairan Indonesia berbasis Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS). Kedua, fitur dashboard yang menyajikan informasi indikator utama sektor KP Indonesia. Ketiga, fitur alert yang berfungsi mendeteksi setiap dugaan pelanggaran dan memberikan peringatan cepat kepada Command Center.

Selain layanan pemantauan kapal perikanan, platform tersebut juga menyediakan berbagai informasi spasial tematik dari eselon 1 lingkup KKP untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, seperti sebaran dan luasan wilayah konservasi, sebaran tambak, sebaran dan luasan mangrove dan terumbu karang, sebaran alur kabel dan pipa bawah laut, sebaran siswa didik pendidikan vokasi KP, sebaran penyuluh kelautan, sebaran unit pengolahan ikan, data pelabuhan perikanan, dan data penunjang lainnya.

Baca Juga  104 Startup Lokal Peroleh Pendanaan 3,8 Miliar Dollar

“Kebijakan pengelolaan perikanan yang efisien dan lestari ini akan memberikan keuntungan ekonomi pelaku usaha akan meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat nelayan menjadi lebih baik. Melalui sistem informasi teknologi dan transformasi digital, KKP siap menjadi penggerak utama pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Trenggono.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *