in ,

Kesenjangan Digital Jadi Fokus Utama DEWG G20

“Mereka (anak-anak) sudah memiliki atau sudah ditugaskan sekolahnya untuk melakukan pencarian atau browsing, tetapi ternyata konten yang tersedia tidak seluruhnya aman. Maka, selanjutnya, isu keamanan ruang digital (on-line safety) masih terkait penggunaan teknologi digital oleh kalangan rentan masih harus ditingkatkan seiring bertambahnya anak-anak pengguna ponsel pintar,” ungkap Mira.

Ia juga menekankan, DEWG G20 menjunjung prinsip inklusivitas, memberdayakan, dan berkelanjutan. Ketiganya juga harus melihat dari dua aspek, yaitu pemanfaatan teknologi digital dan keterkaitannya dengan sektor strategis. Digitalisasi sudah banyak membantu banyak pihak, utamanya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di tengah badai pandemi UMKM memanfaatkan digitalisasi untuk tetap bertahan, bahkan justru semakin berkembang.

Baca Juga  Jelajah Hemat Jakarta: Libur Lebaran nan Ramah di Kantong

“Jadi, pemanfaatan teknologi digital itu sangat beragam dan harus dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak. Itu baru dari sisi pemanfaatan. Sedangkan dari sisi penyediaannya, hingga saat ini masih ada bisnis yang modelnya bersifat konvensional, sehingga mereka mendapat tantangan bagaimana mengelola disrupsi dari teknologi digital. Sekarang sudah banyak perusahaan berbasis digital, misalnya over the top, bagaimana kita menciptakan fair playing field (zona bermain yang adil) antara pemain konvensional dengan pemain berbasis digital,” ungkap Mira.

Ditulis oleh

Baca Juga  Kemenves/BKPM Terbitkan 8 Juta Nomor Induk Berusaha

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *