in ,

ANTAM Targetkan Kinerja Positif Produksi dan Penjualan

ANTAM Targetkan Kinerja Positif
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Faisal Alkadrie menyampaikan, ANTAM menargetkan untuk bisa mencapai kinerja produksi dan penjualan komoditas positif pada tahun 2022. Selain optimalisasi dalam aspek produksi dan penjualan, perusahaan pelat merah itu juga akan berfokus dalam upaya pengelolaan biaya dengan cermat melalui pelaksanaan program-program efisiensi yang tepat terutama terkait dengan beban-beban yang dapat ditangguhkan.

Faisal mengatakan, terkait dengan produk feronikel, ANTAM menargetkan volume produksi dan penjualan di tahun 2022 sekitar 24-25 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi).

“Target produksi dan penjualan feronikel yang ditetapkan turut memperhitungkan tingkat utilisasi operasi pabrik feronikel ANTAM di Pomalaa yang tinggi serta mengedepankan stabilisasi dan keamanan operasi pabrik,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis Sabtu (4/6/22).

Baca Juga  Pemerintah Dorong Koperasi Masuk Rantai Pasar Global

Untuk komoditas bijih nikel, menurut Faisal, pada tahun 2022 ini ANTAM menargetkan total produksi bijih nikel mencapai 12,10 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 10 persen dari capaian produksi bijih nikel tahun 2021 sebesar 11,01 juta wmt. Sementara penjualan bijih nikel pada tahun 2022 ditargetkan mencapai 10,05 juta wmt atau tumbuh 31 persen dari capaian penjualan bijih nikel tahun 2021 sebesar 7,64 juta wmt. Peningkatan target penjualan bijih nikel tersebut seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

Sementara itu, untuk rencana produksi logam emas, perusahaan menargetkan produksi emas konsolidasian tahun 2022 sebesar 911 kg atau setara 29.289 troy oz yang berasal dari tambang emas Pongkor. Rencana ini seiring dengan dimulainya fase pasca tambang pada tambang emas Cibaliung yang dikelola oleh entitas anak usaha, yakni PT Cibaliung Sumberdaya.

Baca Juga  BPK Dorong Selesaikan Rekomendasi Hasil Pemeriksaan

Sedangkan terkait target penjualan emas pada tahun 2022 ditargetkan berada pada tingkat yang optimal sebesar 28.011 kg atau 900.574 troy oz dengan memprioritaskan perluasan basis pelanggan di dalam negeri. Pada tahun 2022, target produksi logam perak direncanakan sebesar 6.643 kg atau 213.577 troy oz dengan target penjualan mencapai 8.643 kg atau 277.878 troy oz.

Faisal membeberkan, untuk komoditas bijih bauksit, pada tahun 2022, ANTAM menargetkan volume produksi sebesar 1,80 juta wmt sesuai dengan tingkat kebutuhan bauksit pabrik CGA Tayan dan proyeksi penjualan bijih bauksit kepada pelanggan pihak ketiga. Target produksi ini tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan volume produksi 2021 sebesar 1,67 juta wmt. Sementara itu, untuk penjualan bijih bauksit tahun 2022, perusahaan menargetkan tingkat penjualan sebesar 1,44 juta wmt, cenderung stabil dibandingkan capaian penjualan tahun 2021 sebesar 1,42 juta wmt. Adapun produk Chemical Grade Alumina (CGA), ANTAM melalui entitas anak perusahaannya, yakni PT Indonesia Chemical Alumina menargetkan tingkat produksi dan penjualan alumina masing-masing sebesar 126 ribu ton alumina.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *