in ,

Klub Sepak Bola Persib Sambangi KPP Madya Bandung, Ada Apa?

Klub Sepak Bola Persib Sambangi KPP Madya Bandung
FOTO: Dok. KPP Madya Bandung

Klub Sepak Bola Persib Sambangi KPP Madya Bandung, Ada Apa?

Pajak.comJakarta – Klub Persatuan Sepak Bola Indonesia (Persib) sambangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bandung di Jalan Asia Afrika, Nomor 114, Bandung, Jawa Barat. Kunjungan yang diwakili oleh Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono serta beberapa pemain Persib Febri Hariyadi, Beckham Putra, dan Zalnando ini untuk meningkatkan kolaborasi strategis antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I, KPP Madya Bandung, serta Persib Bandung; sekaligus menjalin dialog mengenai masalah perpajakan dan mendalami aspek perpajakan yang terkait dengan klub sepak bola.

Teddy mengungkapkan, manajemen dan skuat Persib Bandung bekerja secara sinergis dalam meningkatkan performa di lapangan, sekaligus memenuhi kewajiban perpajakan.

“Para pemain bertugas di lapangan dan manajemen bertugas untuk memastikan dan mendukung pemain untuk maksimal di lapangan, termasuk dalam hal menjalankan kewajiban perpajakannya,” kata Teddy di KPP Madya Bandung, Jawa Barat, dikutip Pajak.com, Kamis (04/07).

Selain itu, Teddy mengapresiasi Kanwil DJP Jawa Barat I dan KPP Madya Bandung atas bantuan serta dukungan yang konsisten dalam membimbing PT PBB untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Hal ini termasuk juga memberikan pemahaman mengenai regulasi perpajakan yang terbaru.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Kurniawan Nizar mengucapkan selamat atas pencapaian gemilang Persib Bandung sebagai juara Liga 1 musim 2023–2024. Nizar menegaskan bahwa keberhasilan di lapangan tidak hanya bergantung pada kinerja di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Salah satu aspek penting dari kinerja di luar lapangan adalah kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Baca Juga  Sosialisasi Kepatuhan Pajak Sambil Gelar Pertandingan Sepak Bola

“Pajak memiliki peranan yang sangat vital dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Indonesia, lantaran pajak merupakan 80 persen sumber pendapatan negara. Persib haruslah menjadi role model klub sepak bola yang taat dalam menjalankan kewajiban perpajakannya” ujar Nizar.

Di sisi lain, sikap sadar pajak juga menunjukkan bahwa integritas dan tanggung jawab dalam aspek non-operasional juga sangat berpengaruh terhadap kesuksesan secara keseluruhan. Dengan memastikan bahwa semua tanggung jawab pajak dipenuhi dengan baik, hal ini dapat mencerminkan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip etika dan kepatuhan hukum.

Nizar menambahkan, klub sepak bola dapat berperan sebagai agen kesadaran pajak, mengingat besarnya jumlah penggemar sepak bola di Indonesia, khususnya di Persib Bandung.

“Dengan jumlah pencinta sepak bola begitu banyak, semoga Persib terus membantu DJP dalam mengenalkan pentingnya peran pajak untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pajak,” harapnya.

Kegiatan tersebut kemudian digunakan oleh anggota tim Persib Bandung untuk mengajak seluruh masyarakat, terutama para bobotoh (sebutan untuk pendukung Persib Bandung), untuk segera mengintegrasikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *