in ,

Kagama UGM Minta Kemenkeu Reformasi Struktural

Kagama UGM Minta Kemenkeu Reformasi
FOTO: IST

Kagama UGM Minta Kemenkeu Reformasi Struktural

Pajak.com, Yogyakarta – Keluarga Alumni Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersimpati dan menyoroti hebohnya kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy yang merupakan anak dari pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo. Melihat hal tersebut, Kagama Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta pun mengambil sikap atas kasus tersebut.

Ketua Umum Kagama Filsafat UGM Yogyakarta Charris Zubair mengungkapkan, arogansi yang ditunjukkan oleh Mario seperti membuka kotak pandora orang-orang yang selama ini melakukan tata kelola pajak. Asal-usul harta kekayaan Rafael turut diselidiki setelah kasus penganiayaan Mario terhadap David mencuat, mengingat anak dan istri Rafael kerap memamerkan barang-barang mewah di media sosial.

“Masalahnya, kasus penganiayaan itu telah berkembang menjadi sesuatu yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap kantor pajak negara,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Pajak.com pada Selasa (28/02).

Baca Juga  AKP2I Sampaikan Aspirasi Perumusan Perubahan Izin Konsultan Pajak

Ia menambahkan, ketika masyarakat masih susah dengan kondisi ekonomi, tak elok pegawai pajak yang notabene dibiayai oleh masyarakat justru pamer gaya hidup mewah.

“Kami tak ingin momentum ini hanya berlalu begitu saja, harus ada gerakan reformasi struktural di lingkungan DJP,” tambahnya.

Kagama UGM Minta Kemenkeu Reformasi Struktural. Lebih lanjut, Charris menyampaikan bahwa terungkapnya harta fantastis pejabat pajak telah membuka kenyataan pahit bahwa selama ini lembaga itu seolah berjalan sendiri, nyaris tidak ada yang mengawasi.

“Memang ada Inspektorat Jenderal Kemenkeu, namun dari kasus Rafael telah menunjukkan bahwa lembaga itu tak cukup bisa menjalankan perannya,” imbuhnya.

Menurutnya, jika fenomena ini dibiarkan terus tanpa ada reformasi struktural lembaga pajak negara, pihaknya mengkhawatirkan hal lebih buruk di masa mendatang. Menyikapi hal tersebut, Kagama Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta pun mengeluarkan lima sikap atas kasus Mario Dandy dan turunannya ke soal pajak itu.

Baca Juga  Syarat Mengajukan Surat Keterangan Sengketa Pajak

Pertama, Kagama mengutuk keras aksi kekerasan brutal yang dialami David Latumahina. “Kami menuntut agar polisi menindak dengan tegas semua yang terlibat. Agar terjadi efek deterrent dan tidak ada lagi David-David lain yang menjadi korban arogansi dan kebengisan pemuda kaya,” ujarnya.

Kedua, Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta menuntut agar Kemenkeu melakukan reformasi struktural yang menyeluruh dan mendesak Kemenkeu lebih transparan lagi serta melakukan pembatasan internal untuk kewenangan luar biasa yang dimiliki oleh DJP.

Ketiga, menuntut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo yang jauh dari kewajaran.

Keempat, menuntut Kementerian Keuangan bekerja sama dengan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut semua harta seluruh petugas pajak di Indonesia.

Baca Juga  Akuntan Pajak: Arsitek Keuangan dan Penguat “Self-Assessment”

“Pengusutan ini harus dilakukan secara transparan dan pegawai pajak yang melakukan penyelewengan harus ditindak secara tegas,” jelas Charris.

Kelima, menuntut kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera membentuk lembaga pengawas pegawai pajak yang independen.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *